Topics Covered: Pasar Dibayangi Perang & Data China, RI Dapat Kabar Baik dari S&P

Pasar Dibayangi Perang & Data China, RI Dapat Kabar Baik dari S&P

Pasar keuangan dalam negeri ditutup dengan hasil yang beragam pada hari ini, Kamis (16/4/2026). Sementara bursa saham mengalami penurunan, imbal hasil SBN tetap stabil, dan rupiah berhasil mencatatkan penguatan. Wall Street terlihat menguat karena harapan mengenai berakhirnya konflik antara dua pihak yang sedang berlangsung.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis, setelah bergerak fluktuatif sepanjang hari. Indeks ini ditutup di level 7.621,38, turun 2,21 poin atau 0,03%. Meski sempat menguat di awal sesi, tekanan jual mulai meningkat menjelang siang hari, membuat IHSG terperosok ke area 7.575. Pada sesi II, IHSG berusaha rebound tetapi akhirnya ditutup kembali di zona merah.

Di sisi pasar obligasi, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun Indonesia ditutup di level 6,583%. Aktivitas perdagangan mencatatkan volume saham sebesar 37,19 miliar dengan nilai transaksi mencapai Rp17,88 triliun. Kapitalisasi pasar tercatat berada di kisaran Rp13.584 triliun.

Kinerja Saham dan Faktor Pendorong

Saham Sejahteraraya Anugrahjaya (SRAJ) menjadi salah satu pendorong IHSG, menguat hingga 15,27% ke level 15.100. Namun, penurunan saham Dian Swastatika Sentosa (DSSA) dan Barito Pacific (BRPT) masing-masing sebesar 2,09% dan 4,62% memengaruhi IHSG sebanyak 7,94 poin dan 6,75 poin.

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran “mendekati akhir”, sementara optimisme terhadap kesepakatan damai semakin tinggi.

Mata uang Garuda, rupiah, ditutup menguat 0,03% ke level Rp17.125/US$ pada pukul 15.00 WIB. Penguatan ini terjadi di tengah melemahnya dolar AS di pasar global, yang memberikan ruang bagi penguatan mata uang negara lain. Dolar AS sendiri ditutup melemah 0,04% ke level 98,100.

Managing Director IMF Kristalina Georgieva menyebutkan bahwa Indonesia menjadi salah satu titik terang dalam perekonomian global selama IMF Spring Meetings 2026.

Bursa Asia hari ini sebagian besar berada di zona hijau, dengan Nikkei naik 2,38%, Kospi 2,21%, dan HSI 1,72%. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi geopolitik yang menunjukkan kemajuan positif. Penguatan rupiah juga didorong oleh harapan investor terhadap kesepakatan antara Iran dan negara-negara lain, sehingga mengurangi minat terhadap aset safe haven seperti dolar AS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *