Key Strategy: MSI: Diversifikasi pasar jadi kunci hadapi gejolak geopolitik global
MSI: Diversifikasi Pasar Jadi Kunci Hadapi Gejolak Geopolitik Global
Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur (ANTARA) – Perusahaan manufaktur PT Mitra Saruta Indonesia (MSI) menekankan bahwa pengembangan pasar secara bertahap adalah strategi utama mereka dalam menghadapi ketidakstabilan politik internasional. Dalam acara kunjungan media di Nganjuk, Kamis (16/4), Direktur MSI Hoo Yanto Andrian menjelaskan bahwa keadaan yang kini dihadapi perusahaan bukanlah sesuatu yang baru. “Kita sudah lebih dari 30 tahun melakukan ekspor, jadi situasi seperti ini sudah pernah kita alami sebelumnya,” ujarnya.
“Karena pasar kita cukup beragam, tekanan dari satu wilayah bisa diimbangi oleh performa pasar lainnya,” tambah Yanto.
Ia menambahkan bahwa ketidakpastian akibat konflik global bukanlah hal yang tak terduga bagi MSI. Perusahaan ini memiliki distribusi pasar yang luas, sehingga dampak dari situasi tertentu tidak terlalu berpengaruh. “Ekspor saat ini tetap stabil karena kita memiliki basis pasar yang beragam,” katanya.
Ekspansi ke Pasar Nontradisional
MSI tidak hanya mempertahankan pasar utama seperti Jepang dan Amerika Serikat, tetapi juga mendorong ekspansi ke wilayah baru. Afrika menjadi salah satu sasaran utama karena pertumbuhan ekonomi di sana yang semakin pesat. Sementara itu, permintaan dari Eropa masih terjaga meski mengalami fluktuasi.
Untuk menjaga kompetitivitas, perusahaan juga memanfaatkan fleksibilitas produk. “Ketika terjadi ancaman ekonomi global, pasar cenderung mencari opsi yang lebih murah. Baik dalam pasar domestik maupun ekspor, prinsip ini berlaku sama,” jelas Yanto.
Tentang MSI
PT Mitra Saruta Indonesia bergerak di bidang daur ulang benang (yarn recycling) dan produksi sarung tangan. Perusahaan tersebut didirikan pada akhir dekade 1980-an dan telah berkembang menjadi industri terintegrasi dengan pabrik di Gresik dan Nganjuk, Jawa Timur. Kini, MSI menjangkau pasar di berbagai negara dengan beragam produk yang disesuaikan kebutuhan konsumen.