Key Discussion: Jerman siap amankan Selat Hormuz setelah gencatan senjata
Jerman siap amankan Selat Hormuz setelah gencatan senjata
Dalam pernyataan resmi, Kanselir Jerman Friedrich Merz mengungkapkan kesiapan negara tersebut untuk berpartisipasi dalam misi pengamanan Selat Hormuz pasca-kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Dalam wawancara bersama Perdana Menteri Irlandia Micheal Martin setelah pertemuan di Berlin, Merz menggarisbawahi komitmen Jerman untuk mendukung upaya diplomatik yang bertujuan menjaga gencatan senjata dan melanjutkan pembicaraan.
“Kami sepakat bahwa tidak akan ada perdamaian abadi di kawasan ini tanpa solusi diplomatik. Ini membutuhkan kesepakatan yang layak dan kuat. Dalam konteks ini, harus jelas bahwa program nuklir militer Iran harus dihentikan. Iran tidak boleh memperoleh bom nuklir,”
Merz menambahkan bahwa keterlibatan militer Jerman apa pun akan membutuhkan mandat hukum internasional, sebaiknya dari PBB. Setelah itu, negara tersebut perlu menyetujui misi tersebut, diikuti dengan pemungutan suara di parlemen. “Kita masih jauh dari itu,” tegas Merz.
Sebelumnya, ia menyebutkan bahwa Jerman bersedia berkontribusi untuk menjaga jalur transit Selat Hormuz, asalkan syarat hukum dan politik terpenuhi. “Pada prinsipnya, kami siap untuk berpartisipasi dalam mengamankan jalur transit. Ini membutuhkan penghentian permusuhan. Setidaknya, dibutuhkan gencatan senjata sementara,” katanya kepada wartawan.
Meski demikian, Merz menolak berkomentar tentang laporan media bahwa angkatan laut Jerman sedang mempersiapkan kapal penyapu ranjau untuk kemungkinan pengerahan. Ia menyatakan bahwa rincian misi yang mungkin dan potensi kontribusi Jerman akan dibahas pada pertemuan di Paris, yang diselenggarakan bersama oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.