Topics Covered: Industri daur ulang tekankan kesiapan perkuat bahan baku plastik

Industri Daur Ulang Tekankan Kesiapan Perkuat Bahan Baku Plastik

Jakarta – Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI) menggarisbawahi kesiapan industri dalam mendukung ketersediaan bahan baku plastik nasional, di tengah tekanan geopolitik global yang memicu kenaikan harga dan risiko gangguan pasokan.

Peran Industri Daur Ulang dalam Pasokan Nasional

Direktur Eksekutif ADUPI, Hadiyan Fariz, menyatakan bahwa industri daur ulang telah menjadi komponen vital dalam sistem pasokan bahan baku plastik. Menurutnya, dalam kondisi ketergantungan impor yang masih tinggi, material daur ulang dianggap sebagai alternatif stabil karena berbasis sumber daya dalam negeri.

“Industri daur ulang plastik telah memainkan peran nyata dalam menopang kebutuhan bahan baku nasional,” ujarnya.

Statistik menunjukkan sekitar 70 persen kebutuhan nafta nasional berasal dari impor, sementara bahan baku plastik berupa resin virgin masih bergantung pada impor sebesar 40–50 persen. Hal ini membuat pasar lokal rentan terhadap perubahan harga global dan dinamika geopolitik, termasuk di Selat Hormuz.

Kontribusi dan Potensi Industri Daur Ulang

Menurut Hadiyan, industri daur ulang sudah memberikan kontribusi sebesar 20 persen terhadap pasokan bahan baku plastik. Angka ini menunjukkan peran industri tidak hanya sebagai pelengkap, melainkan sebagai pilar penting dalam menjaga kelangsungan produksi plastik.

Industri ini juga dinilai mampu menjaga stabilitas harga di tingkat hilir dengan menawarkan alternatif bahan baku yang lebih terkendali. Menurutnya, penguatan daur ulang bisa membantu menekan kenaikan biaya produksi, yang berdampak pada harga produk konsumen seperti kemasan pangan dan kebutuhan sehari-hari.

Kelangsungan ekonomi rakyat diperkuat oleh sektor daur ulang, yang memberikan kontribusi ekonomi hingga sekitar 9,2 miliar dolar AS serta menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Selain itu, industri ini mendukung keberlanjutan UMKM dan transisi menuju ekonomi sirkular.

Kapasitas dan Arah Pengembangan

Di sisi kapasitas, industri daur ulang masih memiliki peluang besar. Saat ini terdapat 749 perusahaan dengan kapasitas terpasang 3,16 juta ton per tahun, tetapi tingkat utilisasi hanya mencapai 48 persen.

Menghadapi tantangan ini, ADUPI menegaskan bahwa penguatan industri akan difokuskan pada peningkatan kualitas dan kuantitas bahan baku lokal, optimalisasi penggunaan kapasitas, serta penguatan ekosistem industri agar lebih kompetitif dan berkelanjutan.

Ketidakpastian global saat ini dianggap sebagai peluang untuk memperkuat peran industri daur ulang sebagai pilar strategis dalam menjaga ketahanan bahan baku plastik. Ini sejalan dengan target pengelolaan sampah dan transisi menuju ekonomi sirkular yang diusung pemerintah.

Respons Menteri Perindustrian

Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan bahwa industri hulu-hilir plastik dalam negeri memberikan jaminan ketersediaan stok untuk kebutuhan domestik, meski terjadi gangguan dalam rantai pasok.

“Kami mendapatkan jaminan dari industri bahwa stok plastik seharusnya tidak ada masalah. Saya garisbawahi kata ‘seharusnya’, karena pemerintah tetap memantau situasi global secara cermat yang memengaruhi produksi dan stok subsektor ini,” ujarnya.

Menperin sebelumnya juga menegaskan komitmen pemerintah untuk diversifikasi bahan baku dan mendorong daur ulang guna memastikan ketersediaan plastik nasional di tengah tekanan geopolitik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *