Facing Challenges: Perkuat ekosistem halal naisonal, BPJPH ajak industri ikut bina UMKM

Jakarta – Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) mendorong peran aktif industri besar dalam membina pelaku usaha mikro dan kecil (UMKM) guna memperkuat ekosistem halal nasional sekaligus memperluas akses pasar produk halal. Sekretaris Utama BPJPH Muhamad Aqil Irham dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, menyoroti pentingnya integrasi UMKM ke dalam rantai pasok industri halal. Menurut dia, UMKM tidak dapat berkembang secara optimal jika berjalan sendiri sehingga diperlukan peran industri besar sebagai pembina sekaligus penghubung dalam proses produksi hingga hilirisasi.

“UMKM harus didorong masuk ke dalam rantai pasok agar produknya berkelanjutan dan memiliki nilai tambah, bahkan mampu menembus pasar yang lebih luas,” kata Aqil Irham. Dorongan kolaborasi antara industri besar dan UMKM ini, ia nilai menjadi bagian penting dalam pengembangan industri halal nasional yang tidak hanya berfokus pada sertifikasi. “Tetapi juga pada penguatan daya saing, keberlanjutan usaha, serta perluasan akses pasar produk halal Indonesia,” ujar Aqil Irham.

Lebih lanjut, ia juga menegaskan bahwa sertifikasi halal saat ini telah menjadi standar dasar ( baseline ) kepercayaan pasar. Tantangan ke depan, tambah dia, terletak pada kemampuan pelaku usaha dalam mengoptimalkan nilai tambah dari sertifikasi tersebut terhadap pertumbuhan bisnis. “Sertifikasi halal sudah menjadi baseline kepercayaan pasar.

Tantangannya sekarang adalah bagaimana pelaku usaha membuktikan dan memaksimalkan nilai tambahnya terhadap pertumbuhan bisnis,” ujar Aqil Irham. Selain itu, ia juga menekankan bahwa aspek halal menjadi faktor penting dalam keputusan konsumen, khususnya pada sektor makanan dan minuman. Mayoritas konsumen, kata dia, mempertimbangkan keberadaan sertifikat atau label halal sebelum menentukan pilihan produk.

“Sanksi terbesar bagi pelaku usaha bukan semata dari regulasi, tetapi dari pasar. Kepercayaan konsumen bisa hilang ketika komitmen terhadap halal tidak dijaga,” kata Aqil Irham.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *