Key Discussion: Menkum harap RUU Kewarganegaraan selesai tahun ini
Menkum Harap RUU Kewarganegaraan Selesai Tahun Ini
Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menyatakan bahwa RUU tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia akan diselesaikan pada tahun ini. Tujuannya adalah untuk menghindari munculnya kembali masalah terkait status kewarganegaraan, terutama yang berkaitan dengan polemik paspor pemain naturalisasi Indonesia. Harapan ini disampaikan dalam wawancara dengan media di Jakarta, Jumat.
Konteks Polemik Paspor Pemain
RUU tersebut sedang dibahas bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Sebelumnya, empat pemain tim nasional Indonesia, yakni Dean James, Tim Geypens, Nathan Tjoe-A-On, dan Justin Hubner, terlibat dalam perselisihan terkait dokumen paspor mereka. Permasalahan ini diduga muncul karena ketidaksesuaian status kewarganegaraan setelah resmi menjadi WNI, yang memengaruhi izin kerja dan reputasi mereka di Eropa.
“Pemerintah sedang menyusun dan menyelesaikan finalisasi RUU-nya. Tentu nanti kami mendengar semua masukan, termasuk dari Kementerian Pemuda dan Olahraga, terkait pengaturan kewarganegaraan,”
Supratman menambahkan bahwa hubungan antarnegara penting, tetapi RUU Kewarganegaraan juga menjadi prioritas utama. Menurutnya, hal ini bertujuan agar Merah Putih dapat menunjukkan keberhasilan di berbagai kompetisi internasional.
Penguatan Diplomasi Olahraga
Di sisi lain, Wakil Menteri Hukum Edward Omar Syarif Hiariej menyebutkan RUU Kewarganegaraan diharapkan mengatasi berbagai isu, termasuk masalah anak dengan status ganda dan diaspora Indonesia di luar negeri. Ia menjelaskan bahwa Indonesia menganut sistem kewarganegaraan tunggal, tetapi memberikan kewarganegaraan ganda terbatas bagi anak hasil perkawinan campur serta bayi yang lahir di negara dengan asas ius soli.
“Saat ini anak berkewarganegaraan ganda harus memilih kewarganegaraan pada usia 18 hingga 21 tahun,”
Pemerintah berencana memperpanjang batas pemilihan kewarganegaraan hingga usia 26 tahun. Selain itu, RUU ini juga mencakup skema ganda bagi warga asing yang memiliki kontribusi signifikan di bidang ilmu, ekonomi, budaya, atau olahraga.