Main Agenda: Undip gelar IPRC perkuat riset teknologi plasma

Undip gelar IPRC perkuat riset teknologi plasma

Di Semarang, Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Diponegoro (Undip) bersama Center for Plasma Research mengadakan Indonesian Plasma Research Consortium (IPRC), dengan tujuan memperkuat pengembangan riset teknologi plasma. Acara ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa dan civitas akademika untuk memperluas pengetahuan tentang bidang tersebut. Pada 14–17 April 2026, rangkaian agenda IPRC mencakup diskusi kerja sama dengan Bursa Uludağ University, Turki, serta berbagai sesi seperti penandatanganan perjanjian, sharing, eksperimen, dan kunjungan ke industri.

Kemitraan internasional dan aplikasi teknologi

Kegiatan IPRC ini dirancang untuk membangun kolaborasi antar institusi, termasuk pertukaran ide dengan Bursa Uludağ University. Selain itu, sesi eksperimen korona berbasis plasma untuk bidang pertanian, kuliah umum, dan pemaparan profil industri turut dilaksanakan. Peserta juga diberikan kesempatan mengunjungi PT Dipo Technology, yang menampilkan sistem IPAL, ruang OKA skala pilot, dan inovasi dalam teknologi medical ozone.

“Kegiatan ini menjadi peluang besar bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan dan membangun dasar ilmu yang kuat, agar bisa berkembang dalam bidang akademik maupun profesional,” kata Dr. Adi Wibowo, Wakil Dekan FSM Undip.

Konsentrasi plasma atmosfer dalam industri

Prof Kadir Çavdar dari Department of Mechanical Engineering Bursa Uludağ University memaparkan penggunaan plasma atmosfer dalam proses rekayasa permukaan material. Fokusnya terutama pada peningkatan daya lekat bahan polimer, yang sering mengalami keterbatasan dalam perekatan atau pelapisan. Material polypropylene (PP), yang digunakan dalam industri otomotif seperti bumper dan panel bodi, memiliki energi permukaan rendah meskipun tahan panas dan biaya produksi murah.

“Plasma atmosfer dapat memperbaiki sifat material polimer, sehingga lebih efektif dalam aplikasi industri,” ujar Çavdar.

Peran teknologi plasma dingin dalam berbagai bidang

Prof Muhammad Nur, Guru Besar Departemen Fisika FSM Undip, menjelaskan manfaat teknologi plasma dingin di bidang kesehatan, pertanian, lingkungan, dan perikanan. Ia menegaskan bahwa plasma merupakan bentuk materi keempat setelah padat, cair, dan gas, yang terdiri dari ion, elektron, molekul tereksitasi, serta radikal bebas. Pengembangan teknologi ini di Undip telah dimulai sejak 1998 dan berkembang menjadi berbagai produk, termasuk generator ozon medis, perangkat pembersih udara berbasis plasma, dan teknologi nano-micro bubble untuk pengolahan air limbah.

Kemajuan teknologi dan manfaatnya

Teknologi ozon plasma, yang dipaparkan Nur, memiliki peran signifikan dalam meningkatkan kualitas produk hortikultura, mengurangi mikroorganisme, serta meminimalkan residu pestisida. Selain itu, inovasi ini juga digunakan dalam bidang perikanan dan pengolahan material. “Dengan aplikasi plasma, kita bisa memperpanjang masa simpan produk dan memastikan keamanan pangan,” tambah Nur, yang juga menjabat Head of the Laboratory Central for Plasma Research.

Agenda IPRC diharapkan memberikan gambaran nyata tentang penerapan teknologi plasma dan ozon di industri, serta memperkuat kemitraan antara riset akademik dan kebutuhan teknologi praktis. Acara ini menegaskan komitmen Undip dalam meningkatkan kompetitivitas nasional melalui inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *