Special Plan: Asbanda ungkap keunggulan struktural BPD untuk pacu ekonomi daerah
Asbanda ungkap keunggulan struktural BPD untuk pacu ekonomi daerah
Jakarta – Dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat, Agus H. Widodo, Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda), menyampaikan bahwa BPD memiliki potensi besar untuk memacu pertumbuhan ekonomi lokal. Ia menekankan bahwa keunggulan struktural ini mencakup hubungan dekat dengan pemerintah daerah, pengetahuan mendalam tentang dinamika ekonomi setempat, serta jaringan yang mencakup tingkat kecamatan.
Menurut Agus, BPD harus berperan lebih aktif dalam mendorong ekonomi daerah. Ia menuturkan, peran tersebut tidak hanya terbatas pada alokasi dana, tetapi juga pada upaya untuk meningkatkan produktivitas dan memperkuat sektor riil melalui pengelolaan dana secara efektif.
“BPD perlu memastikan bahwa setiap aliran dana di tingkat daerah mampu menambah nilai ekonomi, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat sektor riil,” ujar Agus H. Widodo.
Dalam kesempatan itu, Agus menyebutkan bahwa keterbatasan anggaran daerah tidak harus menghambat pembangunan. Oleh karena itu, ia menyarankan adanya inovasi dalam pembiayaan untuk menjaga keseimbangan antara pengeluaran pemerintah dan pertumbuhan ekonomi lokal.
Agus menyoroti skema pinjaman daerah sebagai alat strategis. Menurutnya, instrumen ini tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga bisa digunakan untuk memperbaiki layanan publik, meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan, serta mendorong pengembangan usaha kecil menengah (UMKM) dan ekonomi lokal.
“Pinjaman daerah harus dipandang sebagai instrumen strategis untuk menciptakan multiplier effect bagi perekonomian daerah, bukan sekadar sumber pembiayaan jangka pendek,” kata Agus.
Ia juga mendorong peningkatan manajemen risiko, tata kelola yang lebih baik, serta pengembangan inovasi pembiayaan yang berdampak signifikan. Selain itu, dibutuhkan kerangka kerja yang tepat agar alokasi dana publik dapat berjalan optimal.
Agus menekankan bahwa BPD tidak hanya bertindak sebagai pengelola dana pemerintah daerah. Ia harus bertransformasi menjadi pihak yang mampu mengarahkan aliran dana untuk mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.
“Masa depan ekonomi daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya APBD, tetapi oleh kemampuan kita dalam mengelola dan mengarahkan aliran dana untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan,” ucap Agus H. Widodo.