Modus penipuan berkedok CS Shopee marak di fitur chat aplikasi
Modus Penipuan Berkedok CS Shopee Marak di Fitur Chat Aplikasi
Jakarta, Jumat – Penipuan online dengan nama palsu Customer Service (CS) Shopee semakin sering terjadi, dengan pelaku menargetkan pengguna melalui fitur chat pribadi di aplikasi untuk mengambil data pribadi dan mengambil alih akun korban. Shopee menyatakan bahwa mereka tidak pernah mengirimkan pesan ke pengguna via chat pribadi, baik dalam aplikasi maupun di luar, untuk meminta informasi sensitif seperti PIN, kata sandi, atau kode OTP.
Modus Penipuan dan Cara Kerjanya
Dalam praktiknya, pelaku menggunakan username yang dimodifikasi dengan nama CS Shopee agar pesan terlihat lebih meyakinkan. Pesan yang dikirim biasanya mengandung tekanan, seperti
“akun Anda terblokir” atau “akunmu dibatasi”
, serta disertai tautan yang diklaim bisa memulihkan akun. Namun, tautan tersebut sebenarnya menjadi alat untuk mencuri data dan mengambil alih identitas pengguna.
Shopee menjelaskan bahwa komunikasi dengan layanan pelanggan hanya bisa dilakukan melalui fitur “Chat dengan Shopee” di bagian menu Profil “Saya”. Mereka juga menegaskan bahwa tidak ada akun resmi Shopee di fitur chat pribadi, yang biasanya digunakan untuk interaksi antarpenjual, kurir, pengguna, atau antarpengguna.
Langkah Penting untuk Menghindari Penipuan
Untuk mencegah penipuan, masyarakat dianjurkan tetap waspada dan tidak langsung mengklik tautan dari akun yang mencurigakan. Saat menerima pesan ancaman pemblokiran akun, pengguna sebaiknya tidak panik dan segera memverifikasi informasi melalui saluran resmi Shopee.
Pengguna juga diimbau melaporkan akun tidak resmi melalui fitur yang tersedia di aplikasi, serta tidak membagikan data pribadi, termasuk kode OTP, kepada siapa pun, terutama yang menyerupai layanan pelanggan. Selain itu, aktivasi verifikasi dua langkah dan penggantian kata sandi secara rutin dapat meningkatkan perlindungan akun.
Pernyataan dari Shopee
Shopee mengingatkan masyarakat agar memastikan informasi hanya berasal dari sumber terpercaya, seperti akun WhatsApp bercentang biru, media sosial terverifikasi, atau layanan pelanggan resmi. Seluruh pihak juga dianjurkan untuk memverifikasi setiap informasi yang diterima dan mengikuti perkembangan modus penipuan agar tidak terjebak dalam kejahatan digital, demikian dilaporkan dalam siaran pers pada Jumat.