Pemerintah tambah 60 ribu revitalisasi sekolah terdampak bencana-3T
Pemerintah Tambah 60 Ribu Revitalisasi Sekolah Terdampak Bencana-3T
Kota Padang
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyatakan pemerintah akan menambah 60 ribu unit revitalisasi sekolah yang terkena dampak bencana di Sumatra, termasuk daerah-daerah yang berada di pelosok, ujung, dan terpencil. “Insyaallah ada penambahan dari Bapak Presiden sebanyak 60.000 satuan pendidikan yang akan direvitalisasi, dan ini menjadi fokus utama,” ujarnya di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Jumat.
Awalnya, Kemendikdasmen telah menyiapkan dana untuk memperbaiki 11 ribu satuan pendidikan. Namun, Presiden Prabowo Subianto memperluas anggaran tersebut hingga 60 ribu sekolah, dengan penekanan pada kebutuhan mendesak. Abdul Mu’ti menegaskan bahwa penambahan ini tidak hanya menjangkau Aceh, Sumatera Utara, dan Sumbar, tetapi juga mencakup sekolah yang mengalami kerusakan berat di provinsi lain.
“Kami targetkan tahun ini bisa selesai dibangun meskipun sebagian besar pekerjaan telah dimulai. Insyaallah tahun ajaran baru bisa digunakan secara optimal,” harapnya.
Dengan adanya penambahan 60 ribu revitalisasi sekolah, diharapkan kualitas pendidikan di Indonesia terus meningkat. Hal ini selaras dengan poin keempat dari Asta Cita Presiden, yang fokus pada penguatan sumber daya manusia, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.
Kemendikdasmen telah mengalokasikan dana hingga Rp1,3 miliar untuk membangun tujuh sekolah di Sumbar yang terkena dampak bencana hidrometeorologi akhir 2025, termasuk 26 ruang kelas sementara. Salah satu ruang kelas darurat yang dibangun berada di SD Negeri 05 Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman. Mendikdasmen memastikan seluruh ruang kelas darurat akan diperbaiki menjadi permanen untuk kepentingan anak didik dan guru.