Special Plan: Bank Daerah didorong jadi penggerak ekonomi lewat inovasi pembiayaan
Bank Daerah Didorong Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Jakarta – Dalam upaya meningkatkan perekonomian regional, Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) menekankan pentingnya transformasi Bank Pembangunan Daerah (BPD) menjadi pelaku utama penggerak pertumbuhan melalui inovasi pembiayaan yang lebih produktif. Agus H. Widodo, Ketua Umum Asbanda, menyatakan bahwa pergeseran pola ekonomi dan batasan anggaran fiskal daerah mengharuskan BPD mengambil peran strategis, bukan hanya sebagai pengelola dana pemerintah.
“Kedepannya, BPD tidak cukup sekadar menjadi penyalur dana pemerintah. Mereka harus berubah menjadi penggerak aliran keuangan daerah yang efektif, mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Agus dalam keterangan di Jakarta, Jumat.
Pada Seminar Nasional BPD se-Indonesia di Solo, Jumat, Agus menggarisbawahi bahwa keterbatasan dana daerah tidak boleh menghambat proses pembangunan. Ia menegaskan inovasi pembiayaan adalah kunci utama untuk memastikan kelangsungan belanja pemerintah dan peningkatan ekonomi lokal.
Salah satu arah utama yang didukung adalah optimalisasi skema pinjaman daerah. Agus menjelaskan bahwa pinjaman ini harus dianggap sebagai alat strategis untuk memicu efek berantai dalam perekonomian, bukan hanya sumber dana jangka pendek. Selain itu, Asbanda mengusulkan kebijakan lebih tepat kepada regulator agar pembiayaan sektor publik bisa berjalan optimal namun tetap hati-hati.
Transformasi BPD: Tiga Pilar Utama
Agus menyampaikan bahwa perubahan mendasar pada BPD perlu difokuskan pada tiga aspek utama: penguatan manajemen risiko dan tata kelola keuangan, pengembangan inovasi pembiayaan yang memberikan dampak nyata, serta peran BPD yang lebih dalam dalam ekosistem ekonomi lokal. “Pertumbuhan daerah tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), tetapi pada kemampuan mengarahkan aliran dana secara efisien,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menekankan bahwa pembangunan daerah memerlukan kerja sama lintas sektor. “Membangun daerah tidak bisa dilakukan sendirian. Kita adalah tim, bukan superhero. Semua pihak harus bersinergi agar ekonomi lokal berkembang,” katanya.
Luthfi juga menyoroti pentingnya BPD dalam mendukung investasi, menjaga stabilitas ekonomi, serta memperkuat sektor-sektor riil, terutama Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menurutnya, BPD perlu menjadi solusi untuk berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan fiskal hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.