Hizbullah: Gencatan senjata Israel langkah ke pembebasan Lebanon
Hizbullah: Gencatan senjata Israel langkah ke pembebasan Lebanon
Beirut, Kamis (16/4) – Kesepakatan gencatan senjata 10 hari antara Hizbullah dan Israel dianggap sebagai titik awal perjalanan menuju pembebasan total Lebanon, menurut anggota parlemen Hizbullah Hassan Fadlallah. Ia mengatakan, langkah ini bukan tujuan akhir, tetapi bagian dari perjuangan utama organisasi itu.
“Ini adalah langkah awal, bukan tujuan akhir. Tugas utama kami bukan kembali ke tahap sebelumnya, tetapi memastikan penarikan musuh dan kembalinya warga ke desa mereka,” ujarnya kepada wartawan di pinggiran selatan Beirut.
Fadlallah menambahkan, gencatan senjata seharusnya tidak menjadi alat tawar menawar untuk tekanan Israel terhadap pemerintah Lebanon. Ia menegaskan, Hizbullah mendukung langkah tersebut tetapi akan terus menuntut berbagai syarat, seperti penghentian perang, penarikan Israel dari Lebanon, pembebasan tahanan, serta upaya rekonstruksi.
“Ini adalah syaratnya. Ini adalah prinsipnya. Hal lain tidak terlalu berarti bagi rakyat kami,” tambahnya.
Diplomasi Iran dan Negara Lainnya
Fadlallah menuturkan, Israel terpaksa menyetujui gencatan senjata karena keberhasilan diplomatik Iran, serta perlawanan efektif pejuang Hizbullah terhadap kemajuan militer Israel. Ia menjelaskan, notifikasi resmi dari duta besar Iran untuk Lebanon menyatakan gencatan senjata akan dimulai Jumat malam, saat Presiden AS Donald Trump berencana menghubungi Kepala Otoritas Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun.
Menurutnya, partisipasi saudara-saudara di Republik Islam dalam negosiasi dengan Arab Saudi dan Pakistan juga memberikan kontribusi signifikan. Faktor-faktor ini, kata Fadlallah, membantu mendorong tercapainya kesepakatan gencatan senjata sebagai langkah awal.
Pada Kamis malam, Israel dan Hizbullah mengonfirmasi bahwa gencatan senjata berlaku mulai 17 April.