Latest Program: Tanda Kiamat HP Mendekat, Penggantinya Sudah Banyak Bermunculan

Tanda Kiamat HP Mendekat, Penggantinya Sudah Banyak Bermunculan

Dengan berjalannya pergeseran teknologi, pertanyaan tentang masa depan ponsel cerdas semakin menarik perhatian. Beberapa tokoh besar di industri teknologi telah menyampaikan sinyal bahwa perangkat ini mungkin tidak lagi dominan dalam waktu dekat. Misalnya, CEO Meta Mark Zuckerberg beberapa waktu lalu mengungkapkan bahwa ponsel akan perlahan digantikan oleh smartglasses atau kacamata pintar. Selain itu, Elon Musk dari SpaceX juga pernah menyebutkan bahwa teknologi chip Neuralink bisa menjadi penantang utama untuk perangkat portabel tradisional.

Seorang netizen pernah mengajukan pertanyaan di platform X, apakah antarmuka Neuralink nantinya mampu memungkinkan manusia mengoperasikan ponsel hanya melalui pikiran. Musk menjawab secara singkat, “di masa depan tak ada lagi HP, hanya Neuralink.” Di sisi lain, Jony Ive, yang dikenal sebagai desainer iPhone dan MacBook, baru-baru ini terlibat dalam kerja sama dengan OpenAI. Perusahaan yang dipimpinnya diduga sedang mengembangkan alat berbasis AI dengan fungsi serupa ponsel, meski belum ada bukti konkret.

“Saya pikir selama 105 tahun sejarah Gucci, mereka pada dasarnya telah menetapkan beberapa kode estetika yang langsung dapat dikenali. Dan terkadang kita tidak menggunakannya dan terkadang kita menyalahgunakannya,”

CEO Kering Luca de Meo mengatakan kepada Reuters. Perusahaan yang membawa merek Gucci ini berencana meluncurkan smartglasses berkolaborasi dengan Google pada tahun depan. Alat ini diharapkan menjadi inisiatif pertama dari perusahaan fesyen ternama yang memasuki sektor perangkat berbasis AI. Kering juga menyebutkan bahwa smartglasses ini berpotensi bersaing dengan EssilorLuxottica, perusahaan pembuat Ray Ban.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi de Meo untuk meningkatkan divisi kacamata dan perhiasan Kering, yang selama ini hanya mengambil bagian kecil dari total pendapatan. Tindakan ini juga bertujuan melindungi merek premium dari perubahan tren mode yang memengaruhi penjualan Gucci. De Meo sebelumnya menyatakan bahwa ia ingin meningkatkan margin laba operasional grup lebih dari dua kali lipat, sehingga kembali ke level pemain utama di industri barang mewah.

Dalam wawancara dengan Reuters, de Meo juga menyoroti dampak konflik di Timur Tengah yang merusak penjualan barang mewah di wilayah tersebut. Ia menekankan perlunya perusahaan besar beradaptasi dengan dunia yang lebih terpecah dan meningkatkan strategi pemasaran di pasar yang berbeda. “Saya benar-benar percaya bahwa kita perlu menyesuaikan model kita dalam banyak dimensi dengan dunia multipolar. Ini permainan yang berbeda,”

“Jadi seluruh gagasan tentang merek mewah yang memaksakan konsep yang sama persis di mana-mana, dari Australia hingga Alaska, mungkin tidak relevan dalam beberapa dekade mendatang,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *