Main Agenda: Bahlil Ungkap Kebutuhan LPG RI Naik Jadi 10 Juta Ton di 2027

Bahlil Ungkap Kebutuhan LPG RI Naik Jadi 10 Juta Ton di 2027

Kebutuhan dan Produksi LPG Nasional

Dari Jakarta, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa jarak antara kebutuhan dan produksi LPG dalam negeri terus membesar. Berdasarkan prediksi, kebutuhan LPG nasional di tahun 2027 diperkirakan mencapai 10 juta ton, sedangkan produksi domestik hanya mampu menghasilkan 1,6 juta ton. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan, peningkatan kebutuhan ini terutama didorong oleh penggunaan rumah tangga serta pertumbuhan sektor industri.

“Kita menyadari bahwa konsumsi LPG kita mencapai 8,6 juta ton. Di tahun 2026-2027, konsumsi industri meningkatkan kebutuhan, dan Lotte membutuhkan sekitar 1,5 juta ton per tahun. Jadi secara keseluruhan, kita memerlukan sekitar 10 juta ton LPG. Dalam konteks ini, kita juga sedang mengupayakan pasar-pasar baru. Total produksi dalam negeri hanya 1,6 juta ton,” ujar Bahlil di Kementerian ESDM, Jumat (17/4/2026).

Menurut Bahlil, dengan produksi sekitar 1,6 juta ton, Indonesia masih sangat bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan LPG. Oleh karena itu, penjajakan pembelian LPG dari Rusia menjadi langkah penting yang sedang diupayakan. Saat ini, proses impor dari negara tersebut masih berada di tahap akhir.

Kemitraan dengan Rusia

Sebelumnya, Bahlil memberikan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa pemerintah telah mengamankan pasokan minyak mentah dari Rusia. Hal ini diungkapkan setelah rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Kamis (16/4/2026). Pertemuan antara Bahlil dan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev pada Selasa (15/4/2026) merupakan tindak lanjut dari pembicaraan tingkat tinggi antara Presiden Prabowo dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin sehari sebelumnya.

“Alhamdulillah, pertemuan dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev dan Utusan Khusus Presiden Putin berjalan positif. Ini membawa kabar baik bahwa pasokan minyak mentah dari Rusia akan diperoleh, serta pihak Rusia komitmen untuk membangun infrastruktur kritis guna memperkuat cadangan dan ketahanan energi nasional,” tambah Bahlil setelah rapat di Istana Negara, Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Menurut Bahlil, keberhasilan mengamankan pasokan minyak mentah dari Rusia juga melibatkan komitmen pihak Rusia untuk membangun infrastruktur di Indonesia. Selain itu, pihaknya terus menjalin komunikasi intensif terkait pasokan LPG dari Rusia. Diketahui, Indonesia mengimpor LPG sekitar 7 juta ton setiap tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *