Latest Program: Tidak Bisa Dibilang Rentan, Ini Fakta UMKM RI Strong
Tidak Bisa Dibilang Rentan, Ini Fakta UMKM RI Strong
Dalam kondisi tantangan global yang terus mengintai, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia masih menunjukkan kekuatan ekonomi yang signifikan. Sebagai tulang punggung perekonomian, UMKM berperan besar dalam menjaga stabilitas sektor produksi dan menciptakan peluang kerja bagi masyarakat. Kehadiran mereka tak hanya mengisi celah di sektor formal, tetapi juga menjadi sumber daya utama dalam memperkuat daya tahan ekonomi nasional.
“UMKM kita umumnya tidak terlalu tergantung pada pasar luar negeri. Mereka beroperasi di pasar domestik dan bahan baku sebagian besar berasal dari dalam negeri. Dengan kondisi ini, ketika krisis global seperti tahun 1997-1998 terjadi, UMKM masih bisa bertahan meski tidak semua usaha tak terganggu,” tutur Direktur Ekonomi Digital Center of Economics and Law Studies (Celios) Nailul Huda kepada CNBC Indonesia, Jumat (17/4/2026).
Dalam berbagai situasi ekonomi sulit, UMKM sering kali menjadi pendorong utama pemulihan. Contohnya, mereka berperan sebagai penyangga bagi pekerja yang terpukul dari sektor besar. Piter Abdullah, Policy and Program Director Prasasti Center for Policy Studies, menyoroti bahwa UMKM memiliki kapasitas adaptasi tinggi, terutama karena batas masuk pasar yang relatif rendah.
“Usaha mikro dan kecil dinilai tahan banting karena kemudahan dalam memulai operasi. Di tengah krisis, justru muncul UMKM baru yang menggantikan usaha yang gagal. Hal ini menjadikan sektor UMKM sebagai penyangga ekonomi yang stabil,” jelas Piter.
Secara individual, banyak UMKM menghadapi risiko kebangkrutan. Namun, keberlanjutan sektor ini dijaga oleh dinamika keseimbangan antara usaha yang tumbuh dan yang runtuh. Peran UMKM dalam menyerap tenaga kerja lokal juga menjadi faktor penting dalam mengurangi angka pengangguran, terutama di daerah terpencil dan kawasan pedesaan.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah usaha UMKM Indonesia mencapai 65,5 juta unit. Kontribusi mereka terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 61,9%, menjadikan UMKM sebagai sektor utama dalam pembentukan output nasional. Angka ini menegaskan bahwa UMKM bukan sekadar pelengkap ekonomi, melainkan fondasi utama aktivitas produksi di berbagai bidang.
Keberlanjutan UMKM juga didukung oleh kemampuan adaptasi terhadap perubahan kondisi pasar. Dengan fleksibilitas operasional dan kecepatan respons, sektor ini terus berkontribusi dalam memperkuat perekonomian, bahkan dalam masa-masa sulit. Hal ini membuktikan bahwa UMKM Indonesia tetap menjadi pilar utama dalam upaya pemerataan dan ketahanan ekonomi nasional.