New Policy: Bahlil: Biodiesel B50 Tetap Jalan 1 Juli Walau Harga Minyak Turun

Bahlil: Biodiesel B50 Tetap Berjalan 1 Juli Meski Harga Minyak Turun

Langkah untuk Kedaulatan Energi Nasional

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa program pencampuran biodiesel 50% (B50) ke Solar akan tetap berlaku mulai 1 Juli 2026, meskipun harga minyak dunia belakangan ini turun di bawah US$ 100 per barel. Ia menegaskan kebijakan tersebut tidak akan diubah, bahkan dalam kondisi harga global yang sedang menurun.

“B50 tetap harus ada. Ini survival mode. Jangan karena kita berbicara tentang harga turun kemudian kita menggantungkan lagi. Sekarang siapa yang menjamin hari ini harga turun besok terjadi gejolak apa lagi,” ujarnya saat diwawancara di Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Bahlil menekankan pentingnya kedaulatan energi, mengingat pasokan dari pasar internasional tidak selalu terjamin, meski negara memiliki kemampuan finansial. “Sekarang ini di dunia orang punya duit aja belum tentu dapat barang. Ini yang kita bicarakan tentang kedaulatan energi. Nah karena kita tidak bisa menggantungkan nasib kita kepada negara lain,” tambahnya.

Analisis Pasar dan Harga Minyak

Harga minyak dunia turun pada perdagangan Jumat (17/4/2026) pukul 10.00 WIB, setelah pasar mulai memperkirakan peluang penurunan ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Harapan perjanjian antara Amerika Serikat dan Iran menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga.

Menurut data Refinitiv, harga Brent berada di US$ 98,19 per barel, turun 1,21% dibanding penutupan sebelumnya di US$ 99,39 per barel. Sementara West Texas Intermediate (WTI) mencatat US$ 93,30 per barel, melemah 1,47% dari US$ 94,69 per barel. Meski turun hari ini, harga tetap berada di level tinggi dan jauh di atas awal April.

Secara teknis, Brent kini bergerak di bawah ambang US$ 100 per barel setelah sempat menembus zona tersebut. Dalam sepekan terakhir, Brent berada di rentang US$ 94,79 hingga US$ 99,39, sementara WTI sempat menyentuh US$ 99,08 pada 13 April sebelum terkoreksi tajam ke kisaran US$ 93.

Persiapan dan Uji Coba B50

Bahlil menyebut pemerintah telah melakukan uji coba B50 selama enam bulan, melibatkan berbagai jenis mesin seperti alat berat, kereta api, dan truk. Dengan demikian, target implementasi B50 bisa diterapkan mulai 1 Juli 2026. “Tetapi sebentar lagi akan final dan sampai dengan hari ini uji cobanya alhamdulillah cukup baik. Dan 1 Juli mulai diterapkan implementasi B50,” jelasnya saat diwawancara di Jakarta, Senin (6/4/2026).

Regulasi Penahapan Biodiesel

Kementerian ESDM resmi menetapkan kebijakan pencampuran Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan Bahan Bakar Nabati (BBN). Aturan ini ditujukan untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan mendorong transisi energi. Rincian kebijakan ini tercantum dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 113.K/EK.05/MEM.E/2026, yang diumumkan pada 3 Maret 2026.

Dalam diktum pertama, dijelaskan bahwa badan usaha BBM wajib melakukan pencampuran BBN ke dalam BBM untuk tujuan komersial. “Badan usaha bahan bakar minyak wajib melakukan pencampuran bahan bakar nabati dengan bahan bakar minyak untuk tujuan komersial,” tulis Kepmen tersebut, dikutip Kamis (9/4/2026).

Aturan tersebut menyebutkan ketentuan pencampuran BBN ke BBM, termasuk penggunaan biodiesel pada Solar dan bioetanol untuk bensin, serta diesel biohidrokarbon dengan spesifikasi cetane number.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *