Meeting Results: Polri dan Pemkab Trenggalek Perkuat Manajemen SDM Lewat Sosialisasi

Polri dan Pemkab Trenggalek Perkuat Manajemen SDM Lewat Sosialisasi

Sejumlah pejabat dari Pemerintah Kabupaten Trenggalek dan Polres Trenggalek hadir dalam acara sosialisasi yang digelar di ruang Smart Center. Kegiatan ini menjadi ajang penjajakan kerja sama antara Polri dengan instansi pemerintah daerah tersebut. Tim Assessment Center Polri, yang dipimpin oleh Kombes Wiwit Adisatria, menjelaskan bahwa assessment merupakan alat penting dalam membangun sistem manajemen sumber daya manusia (SDM) berbasis merit. Sistem ini bertujuan untuk mengoptimalkan talent pool, mempercepat proses promosi, serta mendorong pengembangan karier guna menciptakan organisasi yang profesional dan tepat sasaran.

Kolaborasi dengan 18 BUMN dan BUMD

Wiwit menyampaikan bahwa hingga saat ini, Assessment Center Polri telah menjalin kerja sama dengan 18 perusahaan BUMN dan BUMD, 9 provinsi, serta sekitar 100 kabupaten/kota di Indonesia. “Assesment center Polri sudah bekerja sama dengan 18 BUMN dan BUMD, 9 Pemprov, serta sekitar 100 Pemda/Pemkot di seluruh Indonesia,” ujarnya dalam sambutan. Ia menekankan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM, yang menjadi fondasi utama keberhasilan lembaga pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan.

Akreditasi dan Penghargaan

Dalam presentasinya, Wiwit membeberkan capaian kinerja Assessment Center Polri. Di antaranya adalah mendapatkan akreditasi kategori “A” dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) berdasarkan standar kelayakan penyelenggaraan negara. Selain itu, lembaga ini juga meraih penghargaan Rekor MURI untuk kategori assessment internal dengan asistensi terbanyak dalam lima tahun. Rekor tersebut ditambahkan oleh predikat pelayanan publik kategori “A” dan sertifikasi ISO 9001:2015 untuk sistem manajemen mutu.

Aspek Kompetensi yang Dinilai

Wiwit menambahkan bahwa kompetensi utama yang dinilai dalam assessment mencakup integritas, kerja sama, komunikasi, orientasi hasil, pelayanan publik, pengembangan diri dan orang lain, pengelolaan perubahan, serta kemampuan pengambilan keputusan. Fokus ini berlaku baik untuk aparatur sipil negara (ASN) maupun anggota kepolisian, sehingga memastikan standarisasi kualitas SDM.

Facilitas Pendukung Kegiatan

Assessment Center Polri menyediakan fasilitas yang dinilai lengkap, seperti ruang command center, empat ruang diskusi, 11 ruang wawancara, serta dukungan khusus bagi penyandang disabilitas, ibu menyusui, hingga area bermain anak dan ruang tunggu. Fasilitas tersebut dirancang untuk memudahkan pelaksanaan evaluasi dan memastikan kenyamanan peserta.

Proses Kerja Sama

Mekanisme kerja sama antara Polri dan pihak lain dijelaskan oleh Wiwit sebagai proses yang relatif mudah. Instansi yang ingin berpartisipasi cukup mengajukan surat permohonan asistensi, menyusun naskah kerja sama teknis, merancang desain assessment, serta menandatangani perjanjian kerja sama (PKS). Tahapan setelahnya meliputi pelaksanaan evaluasi, analisis hasil, penyampaian rekomendasi, dan evaluasi kerja sama secara berkala.

“Aspek SDM tentunya menjadi faktor penting, agar organisasi atau lembaga bisa berjalan dengan baik dan mampu menjawab setiap tantangan dengan kinerja yang lebih berkualitas,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *