Latest Program: Menbud Tinjau Candi Sewu & Keraton Ratu Boko, Dorong Percepatan Restorasi

Menbud Tinjau Candi Sewu & Keraton Ratu Boko, Dorong Percepatan Restorasi

Dalam rangkaian kunjungan kerja ke Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, melakukan inspeksi ke Kompleks Candi Sewu dan Keraton Ratu Boko. Tujuan utama kunjungan ini adalah mempercepat upaya pemugaran bangunan bersejarah tersebut.

Sejarah dan Struktur Candi Sewu

Kompleks Candi Sewu, yang telah dikenal sejak abad ke-8 Masehi, tercatat dalam Prasasti Manjusrigrha yang berusia 792 M. Struktur situs ini terdiri dari satu candi utama, delapan candi pendamping, serta 240 candi penjaga. Fadli menilai tempat ini memiliki nilai historis dan budaya yang signifikan, sehingga memerlukan perhatian khusus dalam restorasi.

“Fadli Zon menyatakan bahwa Candi Sewu membutuhkan dukungan aktif dari pemerintah pusat, daerah, serta sektor swasta untuk mendanai proses pemugaran lebih lanjut. Ini adalah langkah strategis untuk menjaga keaslian bangunan sekaligus meningkatkan daya tarik pariwisata budaya,” ujar Menbud dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/4/2026).

Keraton Ratu Boko sebagai Aset Budaya

Setelah mengunjungi Candi Sewu, Fadli juga melihat Keraton Ratu Boko di Sleman, DI Yogyakarta. Situs ini merupakan aset cagar budaya nasional dengan luas sekitar 16 hektar, serta dianggap sebagai salah satu ikon Kementerian Kebudayaan. Lokasi ini dijelaskan sebagai pusat warisan sekaligus tempat wisata yang menawarkan pengalaman sejarah yang unik.

Keraton Ratu Boko memiliki daya tarik berupa arsitektur gerbang, area petirtaan, pendopo, dan ruang pringgitan yang menggabungkan elemen Hindu dan Buddha. Prasasti yang ditemukan menunjukkan bahwa bangunan ini dibangun sejak era awal abad ke-8, dengan lingkungan alaminya masih terjaga baik.

“Keraton Ratu Boko menjadi tempat yang mengajak pengunjung merasakan perjalanan ke masa lalu. Dengan peninggalan nenek moyang yang luar biasa, kita bisa menjaga keberlanjutan budaya sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata,” terang Fadli.

Fadli menegaskan bahwa restorasi candi dan keraton bukan hanya tentang pelestarian, tetapi juga investasi dalam pengembangan budaya. Ia berharap kegiatan ini bisa menciptakan dampak ekonomi yang nyata serta memperkuat kesatuan struktur kompleks Candi Sewu dalam beberapa tahun mendatang.

Tim Pendamping dalam Kunjungan

Sejumlah pejabat turut hadir dalam kunjungan ini, termasuk Staf Khusus Menteri Bidang Sejarah dan Pelindungan Warisan Budaya, Basuki Teguh Yuwono; Staf Khusus Menteri Bidang Protokoler dan Rumah Tangga, Rachmanda Primayuda; Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Estiyanti Nurjadin; Direktur Warisan Budaya, Agus Widiatmoko; Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Jawa Tengah, Nahar Cahyandaru; dan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah DI Yogyakarta, Riris Purbasari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *