Latest Program: “Kutukan” AI Terus Makan Korban, Meta PHK Besar-besaran

“Kutukan” AI Terus Makan Korban, Meta PHK Besar-besaran

Jakarta, Gelombang pemutusan hubungan kerja kembali mengguncang perusahaan teknologi raksasa. Kali ini, Meta bersiap menggelar rencana PHK skala besar sebagai bagian dari upaya transformasi bisnis berbasis kecerdasan buatan. Berdasarkan laporan Reuters, Sabtu (18/4/2026), tiga sumber yang familiar dengan rencana tersebut mengungkapkan bahwa perusahaan akan memulai fase pertama pemangkasan pada 20 Mei. Dalam tahap awal, sekitar 10% dari total tenaga kerja global atau hampir 8.000 karyawan diprediksi terkena dampak.

Langkah ini bukan yang terakhir. Sumber yang sama menyebutkan bahwa Meta sedang merencanakan gelombang PHK berikutnya di paruh kedua tahun ini. Namun, detail seperti waktu dan jumlah korban masih belum diperjelas. Para eksekutif menyatakan bahwa rencana bisa diubah sesuai perkembangan teknologi AI ke depan.

Strategi Kecil untuk Efisiensi Besar

Dilaporkan Reuters, Sabtu (18/4/2026), tiga sumber yang familiar dengan rencana tersebut mengungkapkan bahwa perusahaan akan memulai putaran pertama pemutusan hubungan kerja pada 20 Mei. Dalam tahap awal ini, sekitar 10% dari total tenaga kerja global atau hampir 8.000 karyawan akan terdampak. Langkah ini bukan yang terakhir. Sumber yang sama menyebutkan bahwa perusahaan juga tengah menyiapkan gelombang PHK lanjutan pada paruh kedua tahun ini. Namun, rincian seperti waktu pelaksanaan dan jumlah karyawan yang akan terkena dampak masih belum dipastikan.

“CEO Mark Zuckerberg tengah menggelontorkan investasi raksasa, mencapai ratusan miliar dolar, untuk mengubah arah perusahaan ke teknologi AI.”

Upaya ini mencerminkan tren yang lebih luas di kalangan perusahaan besar AS, khususnya sektor teknologi, yang berlomba meningkatkan efisiensi melalui otomatisasi. Contohnya, Amazon telah memangkas sekitar 30.000 karyawan korporat dalam beberapa bulan terakhir, setara hampir 10% dari pekerja kantoran mereka. Sementara itu, perusahaan fintech Block pada Februari lalu memangkas hampir setengah dari total tenaga kerjanya.

Dalam kedua kasus tersebut, manajemen secara terbuka mengaitkan PHK dengan peningkatan efisiensi berkat pemanfaatan AI. Situs pelacak PHK teknologi global, Layoffs.fyi, mencatat bahwa hingga saat ini sebanyak 73.212 pekerja telah kehilangan pekerjaan sepanjang tahun ini. Sebagai perbandingan, sepanjang 2024 jumlahnya mencapai 153.000 orang.

Bagi Meta, pemangkasan kali ini menjadi yang terbesar sejak restrukturisasi besar pada akhir 2022 hingga awal 2023 yang mereka sebut sebagai “tahun efisiensi”. Saat itu, perusahaan memangkas sekitar 21.000 pekerjaan di tengah tekanan kinerja saham dan koreksi terhadap lonjakan pertumbuhan era pandemi yang ternyata tidak berkelanjutan.

Kondisi Meta saat ini relatif lebih kuat secara finansial. Tahun lalu, perusahaan membukukan pendapatan lebih dari US$200 miliar dan laba mencapai US$60 miliar, meskipun belanja untuk AI sangat besar. Sejak awal tahun ini, saham Meta tercatat naik 3,68%, meskipun masih berada di bawah level tertinggi yang sempat dicapai pada musim panas tahun lalu.

Per 31 Desember, perusahaan yang berbasis di Menlo Park, California itu mempekerjakan hampir 79.000 orang, menurut laporan terbaru mereka. Sejalan dengan strategi baru, para eksekutif Meta membayangkan struktur organisasi yang lebih ramping, dengan lebih sedikit lapisan manajemen dan peningkatan produktivitas melalui pekerja yang didukung AI. Dalam beberapa pekan terakhir, Meta juga melakukan reorganisasi tim di divisi Reality Labs serta memindahkan sejumlah insinyur ke unit baru bernama “Applied AI”.

Unit ini bertugas mempercepat pengembangan agen AI yang mampu menulis kode dan menjalankan tugas kompleks secara otonom. Selain itu, sebagian karyawan akan dialihkan ke unit bernama Meta Small Business, yang dibentuk bulan lalu sebagai bagian dari restrukturisasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *