Latest Update: Menkomdigi sebut jurnalis senior kunci jaga standar kerja jurnalistik

Menkomdigi Tekankan Peran Jurnalis Senior dalam Memastikan Kualitas Jurnalistik

Jakarta – Dalam sebuah pernyataan di Jakarta, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan bahwa jurnalis berpengalaman adalah elemen penting untuk menjaga standar dalam praktik jurnalistik di tengah dinamika perubahan pola produksi berita. Menurutnya, tekanan untuk kecepatan dan tuntutan viralitas telah menggeser metode kerja jurnalisme dari proses yang memungkinkan riset serta verifikasi menjadi lebih sederhana dan instan.

Deklarasi Serikat Wartawan Senior Indonesia

“Metode lama memberi ruang untuk riset dan verifikasi, tetapi kini produksi berita sering kali dilakukan tanpa jeda karena tekanan kecepatan dan kebutuhan viralitas,” ujar Menkomdigi.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Deklarasi Serikat Wartawan Senior Indonesia yang diadakan di Jakarta Pusat. Menurut Menkomdigi, perubahan dalam cara kerja media harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi dan pemahaman nilai jurnalistik dari jurnalis senior ke generasi muda, sehingga kualitas informasi tidak terganggu.

Menkomdigi menegaskan bahwa kesenjangan antara standar yang dibangun oleh jurnalis senior dan praktik yang dijalankan generasi muda akan muncul jika pengalaman tersebut tidak berpindah. “Tanpa adanya pewarisan pengalaman, jarak antara praktik jurnalisme generasi muda dan standar yang ditetapkan jurnalis senior akan semakin lebar,” tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa perkembangan teknologi tidak boleh menggeser prinsip utama dalam profesi jurnalis. “Prinsip utama seperti integritas, verifikasi, serta keberanian dalam mengungkap kebenaran tetap menjadi fondasi yang harus dijaga,” jelas Menkomdigi. Menurutnya, di tengah perubahan ekosistem media, kesinambungan antargenerasi menjadi faktor kritis untuk menjaga kualitas informasi publik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *