Latest Update: Iran: Transfer uranium yang diperkaya ke AS tidak pernah jadi opsi
Iran: Transfer uranium yang diperkaya ke AS tidak pernah jadi opsi
Dalam wawancara dengan stasiun televisi IRIB, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menegaskan bahwa Iran tidak pernah mempertimbangkan pindahnya uranium yang diperkaya ke negara-negara asing, termasuk ke Amerika Serikat (AS). Pernyataan tersebut diberikan dalam konteks gencatan senjata antara Iran dan AS yang diumumkan Rabu (8/4), bukan sebagai tanda kebukaan diplomatik baru.
Araghchi menyatakan bahwa Selat Hormuz akan tetap terbuka bagi perjalanan komersial selama masa gencatan senjata. Baghaei kemudian memperjelas pernyataan Araghchi, dengan menambahkan bahwa setelah gencatan senjata di Lebanon diterapkan pada Jumat (17/4), Teheran memutuskan untuk menerapkan ketentuan jalur aman yang disepakati dengan Washington bagi kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz.
“Kami tidak mencapai kesepakatan baru. Perjanjian gencatan senjata tersebut adalah gencatan senjata yang diumumkan pada 8 April,” ujarnya.
Baghaei menuduh AS gagal memenuhi komitmen untuk mengekspansi ketentuan perjanjian ke Lebanon, yang menurut Iran termasuk dalam kesepakatan pada 8 April. Washington dan Yerusalem menolak pernyataan tersebut.
Ia mengingatkan bahwa Iran siap mengambil tindakan balasan jika blokade laut AS terhadap Selat Hormuz terus berlanjut. Tidak ada pembicaraan mengenai perpanjangan gencatan senjata, dan upaya mediasi yang dipimpin Pakistan tetap fokus pada pengakhiran konflik serta perlindungan kepentingan Iran.
Kendali Selat Hormuz
Iran mulai memperketat kendalinya atas Selat Hormuz sejak Sabtu (28/2), ketika negara itu melarang jalur aman bagi kapal yang dimiliki atau berafiliasi dengan Israel dan AS setelah serangan gabungan terhadap wilayah Iran. AS kemudian menerapkan blokadenya sendiri, mencegah kapal yang menuju dan meninggalkan pelabuhan Iran melintasi jalur perairan tersebut setelah perundingan damai di Islamabad gagal akhir pekan lalu.
Negosiasi Berlanjut
Laporan Axios, yang mengutip sumber-sumber terlibat dalam perundingan, menyebutkan putaran kedua negosiasi AS-Iran akan berlangsung di Pakistan akhir pekan ini, kemungkinan pada hari Minggu (19/4).