Key Strategy: TMII rayakan HUT ke-51, hadirkan 1.000 penari untuk pecahkan rekor MURI
TMII Merayakan Ulang Tahun ke-51, Hadirkan 1.000 Penari untuk Menciptakan Rekor MURI
Jakarta – Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menggelar perayaan hari jadi ke-51 dengan menampilkan 1.000 penari dari 34 provinsi di seluruh Indonesia. Acara bertema “Preservasi Budaya Tanpa Henti” ini diharapkan dapat meraih rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). “Pertunjukan utama dalam perayaan HUT ke-51 adalah pagelaran tari Gelora Nusantara dari 34 provinsi yang melibatkan 1.000 penari,” kata Plt Dirut TMII Ratri Paramita di Jakarta, Sabtu.
Perayaan Berlangsung Selama Lima Hari
Ia menjelaskan acara ulang tahun TMII berlangsung selama lima hari, yakni Sabtu (18/4), Minggu (19/4), Sabtu (24/4), Minggu (25/4), dan Senin (26/4). “Targetnya, jumlah pengunjung selama lima hari bisa mencapai 100.000 orang,” tambahnya.
“Pertunjukan utama dalam perayaan HUT ke-51 pagelaran tari Gelora Nusantara dari 34 provinsi yang melibatkan 1.000 penari,”
Di samping pertunjukan tari, TMII juga menyediakan berbagai kegiatan budaya seperti Exprerience Bali in Day, Icip-Icip Nusantara yang menampilkan masakan khas daerah di anjungan prioritas. Ada pula penampilan Tari Kecak, Shinta Obong yang pertama kali digelar di luar Yogyakarta, serta Gunungan Hasil Bumi yang melibatkan ribuan orang untuk memperebutkan produk pertanian.
TMII Sebagai Ruang Representasi Budaya
“Seluruh kegiatan ini dirancang untuk menghadirkan budaya dalam bentuk yang lebih dekat, interaktif, dan bermakna,” ujar Ratri Paramita. Ia menambahkan bahwa selama lebih dari lima dekade, TMII telah menjadi tempat yang menggambarkan keberagaman budaya Indonesia. “TMII terus bertransformasi menjadi ekosistem budaya yang hidup. Tidak hanya menjaga warisan tetapi juga menghadirkan pengalaman yang relevan dan dinikmati seluruh lapisan masyarakat,” terangnya.
“TMII bukan sekadar destinasi wisata, melainkan instrumen penguatan identitas bangsa dan platform nation branding Indonesia,”
Vice President Corporat Secretary Injourney Yudhistira Setiawan mengatakan bahwa TMII memiliki peran penting dalam mengembangkan pariwisata berbasis budaya. “Revitalisasi TMII yang telah dilakukan dalam tiga tahun terakhir, sejak bergabung dengan Holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata, Injourney, mencakup perubahan di aspek fisik, tata kelola, kurasi program, dan digitalisasi layanan,” ujarnya. “Semua itu bertujuan mengembalikan marwah TMII sebagai Showcase of Indonesia yang modern dan tetap relevan,” lanjut dia.
Preservasi Budaya sebagai Fondasi Pariwisata Berkelanjutan
Direktur Komersial Injourney Destination Managenment (IDM) Gistang Richard Panutur menambahkan bahwa preservasi budaya menjadi dasar utama dalam pengembangan destinasi yang berkelanjutan. “Preservasi budaya tidak hanya upaya menjaga tradisi, tapi juga sebagai urat nadi yang memacu pertumbuhan ekosistem pariwisata secara keseluruhan,” katanya. Ia menegaskan bahwa budaya memberikan identitas, menawarkan pengalaman autentik bagi pengunjung, serta meningkatkan kesejahteraan komunitas. “Pariwisata bukan hanya ruang kunjungan, tapi juga menjadi wadah interaksi, pembelajaran, dan pemberdayaan,” tambahnya.