Solving Problems: Pembangunan huntara tahap dua di Aceh Barat selesai 100 persen
Pembangunan Hunian Sementara Tahap Dua di Aceh Barat Rampung 100 Persen
Meulaboh – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat menegaskan bahwa enam unit hunian sementara (huntara) tahap kedua di Desa Lawet, kabupaten setempat, telah rampung 100 persen. Meskipun struktur bangunan siap ditempati dengan fasilitas listrik dan air yang cukup, proses penghuniannya masih menghadapi hambatan akibat kondisi cuaca dan kesulitan akses geografis.
“Alhamdulillah, listrik dan air sudah tersedia, bangunan juga sudah rampung dan sangat siap ditempati,” katanya.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronald Nehdiansyah, Selasa, menjelaskan bahwa keenam unit hunian di Desa Lawet telah selesai dan siap untuk dihuni oleh korban bencana banjir yang terdampak. Enam kepala keluarga (KK) yang menjadi korban banjir, saat ini masih tinggal di rumah kerabat setelah hunian mereka rusak parah karena bencana alam pada 26 November 2025.
“Nantinya keenam unit hunian tersebut akan ditempati oleh enam KK korban banjir,” ujar Teuku Ronald Nehdiansyah.
Saat ini, BNPB telah membangun total 12 hunian sementara di Aceh Barat, terdiri dari enam unit di Desa Jambak dan enam unit di Desa Lawet, Kecamatan Pante Ceureumen. Hunian di Desa Jambak telah ditempati oleh warga setempat, sementara di Desa Lawet masih menunggu proses pemindahan masyarakat.
“Kami terus memantau perubahan cuaca. Distribusi logistik serta pemindahan warga ke hunian Lawet akan dilakukan setelah debit air menurun dan jalur akses terbuka kembali,” tambahnya.