Ciri-ciri Muka Orang Miskin dan Kaya Terlihat Jelas Menurut Penelitian
Ciri-ciri Muka Orang Miskin dan Kaya Terlihat Jelas Menurut Penelitian
Banyak individu mengukur kaya dari tampilan fisik, seperti mobil mewah, pakaian bermerek, atau rumah besar. Namun, kondisi sebenarnya tidak selalu sesuai dengan penampilan. Penelitian terbaru mengungkap bahwa status sosial dan tingkat kekayaan seseorang juga bisa terbaca dari wajahnya. Studi yang terbit di Journal of Personality and Social Psychology menunjukkan bahwa ekspresi yang terbentuk sepanjang hidup dapat memengaruhi cara orang lain menilai seseorang.
Peneliti R-Thora Bjornsdottir menjelaskan, perbedaan kelas sosial terlihat jelas dalam wajah, bahkan ketika seseorang tidak menunjukkan ekspresi khusus. “Hubungan antara kekayaan dan kelas sosial sudah sering diteliti, tapi penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan tersebut bisa terlihat dari wajah,” ujarnya, dikutip dari CNBC Make It.
Studi tersebut menemukan bahwa individu dengan kondisi finansial lebih stabil cenderung memiliki tingkat stres yang lebih rendah. Hal ini terbaca dalam pola ekspresi wajah yang terbentuk dari waktu ke waktu. Sebaliknya, orang yang harus berjuang memenuhi kebutuhan dasar sering menunjukkan ketegangan emosional yang terdeteksi secara halus.
Metode penelitian menggunakan 160 foto hitam putih dengan ekspresi netral, terdiri dari 80 pria dan 80 wanita. Setengah dari subjek berasal dari kelas sosial atas, sementara separuh lainnya dari kalangan pekerja. Ketika foto ditampilkan kepada responden, mereka diminta menebak status sosial setiap orang. Hasilnya mengejutkan: 68 persen tebakan benar, jauh melebihi peluang acak.
Responden juga tetap akurat dalam mengenali perbedaan meskipun hanya diberi gambar bagian mata atau mulut. Banyak peserta tidak menyadari bagaimana mereka mampu membedakan kelas sosial berdasarkan wajah. Nicholas O. Rule, salah satu peneliti, mengatakan bahwa wajah manusia menyimpan pola emosi yang terbentuk sepanjang hidup.
“Kontraksi otot tertentu yang sering terjadi, misalnya karena stres atau kebahagiaan yang berulang, dapat membentuk garis dan struktur halus pada wajah,” paparnya.
Menurut Rule, persepsi kelas sosial berdasarkan wajah mungkin memiliki dampak signifikan. “Orang-orang berbicara tentang siklus kemiskinan, dan ini berpotensi menjadi salah satu penyebabnya,” tambahnya. Meski hasil penelitian menunjukkan kemampuan umum masyarakat dalam mengenali status sosial, fakta ini bisa memicu bias dan penilaian negatif.
Contohnya, seseorang dengan ‘wajah kaya’ sering kali mendapat perlakuan lebih baik dibandingkan orang lain. “Persepsi berbasis wajah tentang kelas sosial mungkin memiliki konsekuensi penting. Kita tahu ada yang disebut siklus kemiskinan, dan ini berpotensi menjadi salah satu kontributornya,” tutur Rule.