Historic Moment: 6 Fakta Heli Jatuh di Kalbar Tewaskan 8 Orang, Termasuk Warga Malaysia

Kecelakaan Helikopter di Kalimantan Barat Berhasil Teridentifikasi

Satu helikopter dengan nomor registrasi PK-CFX, yang dioperasikan oleh PT Matthew Air Nusantara, mengalami kecelakaan di wilayah hutan Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Peristiwa ini mengakibatkan kematian delapan orang, di antaranya seorang warga negara Malaysia.

Timeline Kecelakaan

Helikopter tipe Airbus Helicopter EC 130 T2 lepas landas pada pukul 07.37 WIB. Kemudian, pada 08.39 WIB, pesawat diketahui mengirimkan sinyal darurat di area hutan Kalbar. Sinyal hilang kontak ditetapkan pada 09.15 WIB, dan pada 10.43 WIB, AirNav Indonesia mengeluarkan notifikasi darurat (DETRESFA) sesuai prosedur.

Dalam 30 hari kami akan mengeluarkan laporan awal yang berisi data faktual,” kata Investigator KNKT, Dian Saputra, di Pontianak, Sabtu (18/4/2026).

Detail Korban

Dalam kecelakaan ini, tercatat 8 orang yang terlibat, terdiri dari 1 pilot, 1 engineer, dan 6 penumpang. “Helikopter tersebut diawaki oleh 1 orang pilot, yaitu Capt Marindra Wibowo, serta membawa 1 orang engineer Harun Arasyid dan 6 penumpang,” kata Lukman F Laisa, Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Jumat (17/4/2026).

“Tim SAR gabungan telah berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat dan berdasarkan informasi di lapangan, seluruh penumpang dan awak pesawat dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya.

Seluruh korban, termasuk Mr Patrick K (WN Malaysia), Mr Victor T, Mr Charles L, Mr Joko C, Mr Fauzie O, dan Mr Sugito, telah dikenal secara lengkap. Kementerian Perhubungan mengungkapkan rasa duka atas kejadian ini.

Laporan Awal Dalam 30 Hari

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyatakan laporan awal akan dibuat dalam 30 hari setelah kecelakaan terjadi. Laporan tersebut mencakup data fakta yang dikumpulkan tim investigasi, seperti kondisi cuaca dan performa mesin sebelum kejadian.

KNKT mengandalkan data dari perekam mesin (engine data recorder) karena helikopter tidak dilengkapi perekam data penerbangan (FDR) maupun perekam suara kokpit (CVR) seperti pesawat komersial. Tim juga memeriksa informasi tambahan dari lokasi kejadian, termasuk kemungkinan rekaman kamera untuk pendukung rekonstruksi peristiwa.

Rekomendasi Dalam Laporan Akhir

Investigasi KNKT menargetkan laporan akhir yang mencakup penyebab kecelakaan dan faktor-faktor yang memicu, diperkirakan selesai dalam waktu hingga 12 bulan. “Investigasi ini difokuskan pada aspek keselamatan penerbangan, dengan tujuan menghasilkan rekomendasi guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang,” tutur Dian Saputra.

Hingga saat ini, penyebab kecelakaan belum dapat dipastikan. KNKT sedang menunggu hasil analisis teknis lebih lanjut. Semua jenazah telah diangkut ke Pontianak untuk proses identifikasi dan penyelidikan lebih dalam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *