Visit Agenda: 7 Hari Dikepung Banjir, Pemkab Bandung Tetapkan Tanggap Darurat Bencana
7 Hari Dikepung Banjir, Pemkab Bandung Tetapkan Tanggap Darurat Bencana
Pemerintah Kabupaten Bandung mengumumkan perpanjangan status tanggap darurat bencana banjir mulai 17 hingga 30 April 2026. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap banjir yang masih belum surut di beberapa kecamatan. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung, Wahyudin, menjelaskan bahwa selama 14 hari terakhir, kondisi air di wilayah terdampak tetap kritis.
“Hari kemarin tanggal 17, sampai 30 April. Ini selama dua minggu,” ujar Wahyudin saat diwawancara pada Sabtu (18/4).
Status darurat menjadi dasar untuk koordinasi bantuan yang lebih efektif. Dengan adanya pernyataan resmi dari Bupati, seluruh elemen masyarakat dan institusi bisa menjalankan operasi penyaluran bantuan secara terpadu. Pemkab Bandung juga berharap keadaan akan membaik dalam waktu dekat, sehingga aktivitas masyarakat bisa kembali normal.
Saat ini, lima kecamatan masih tergenang air: Rancaekek, Dayeuhkolot, Baleendah, Bojongsoang, serta Solokanjeruk. Wilayah yang paling parah adalah Baleendah dan Solokanjeruk, terutama di Bojong Emas serta sekitar Jalan Sapan. Dadang Supriatna, Bupati Bandung, sebelumnya meminta Presiden Prabowo Subianto untuk mengaktifkan kembali Satgas Citarum Harum. Menurutnya, jika lembaga tersebut aktif, banjir bisa surut dalam waktu satu atau dua hari.
Kini, setelah enam hari berlalu, banjir di Bandung belum juga mereda. Dadang juga mengajak BNPB untuk segera turun ke lokasi bencana. Dalam beberapa hari terakhir, ia telah mengunjungi beberapa titik banjir dan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan. Namun, hingga saat ini, belum ada respons dari pihak Kementerian.
Upaya Pemkab Bandung dan Dukungan dari Pemprov Jawa Barat
Pemkab Bandung terus mengoptimalkan penyaluran bantuan logistik serta kebutuhan pokok bagi warga terdampak. Upaya ini dilakukan sambil memperpanjang status tanggap darurat. Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga cepat bergerak, menyalurkan Bantuan Banjir Jabar kepada belasan ribu penduduk di Bandung. Selain itu, pihak provinsi melakukan evaluasi langsung di lokasi bencana untuk menangani kebutuhan jangka panjang.
Peringatan Cuaca Ekstrem dan Dampak di Daerah Lain
Sementara itu, BMKG melalui Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengeluarkan peringatan dini tentang potensi cuaca ekstrem di Sulawesi Tenggara hingga 24 April 2026. Masyarakat diimbau waspada terhadap hujan deras, petir, dan angin kencang. Di Jakarta Timur, banjir setinggi 110 cm merendam Kebon Pala, menyebabkan warga masih bertahan di rumah.
Dalam kasus Sukoharjo, banjir juga merendam 258 rumah dan mengganggu 28 fasilitas pendidikan. Di sekitar area sekolah, terlihat pemukiman warga yang tergenang air. “Aktivitas warga terganggu akibat banjir di ruas jalan sepanjang 4 kilometer,” tambah Wahyudin.