Facing Challenges: Daftar Negara Penghasil-Eksportir Bahan Baku Plastik Terbesar di Dunia

Daftar Negara Penghasil-Eksportir Bahan Baku Plastik Terbesar di Dunia

Nafta, yang merupakan produk olahan minyak bumi, kini mendapat perhatian lebih. Hal ini dikarenakan harga plastik dalam negeri semakin tinggi karena ketersediaan nafta sebagai bahan baku utamanya menjadi langka. Keterbatasan pasokan terjadi karena sekitar 60 persen kebutuhan Indonesia masih diimpor dari Timur Tengah, wilayah yang sedang terkena dampak perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Perang tersebut telah mengurangi ketersediaan nafta di Indonesia, menyebabkan produsen plastik mengalami hambatan dalam produksi. CNNIndonesia.com menemukan beberapa negara di Timur Tengah yang menjadi produsen serta eksportir utama nafta, termasuk Uni Emirat Arab, Qatar, Arab Saudi, dan Kuwait. Laporan Import Globals pada 24 Juli 2025 menyebutkan ekspor dari wilayah tersebut mencapai 55 juta ton metrik per tahun.

Dalam Arab Saudi, SABIC (Saudi Basic Industries Corporation) adalah salah satu pelaku utama. Perusahaan global di bidang kimia, plastik, dan nutrisi pertanian ini berbasis di Riyadh. Sekitar 70 persen saham SABIC dimiliki oleh Saudi Aramco. Produksi yang berlebihan di kawasan ini diekspor melalui kompleks kilang dan petrokimia skala besar, seperti Yanbu di Arab Saudi serta Ras Laffan di Qatar.

Ekspansi kilang di Kuwait (Al-Zour) dan Oman (Duqm) juga meningkatkan kapasitas produksi. Sejumlah negara seperti Rusia menjadi pengekspor signifikan. Tahun ini, Rusia menyuplai antara 30 hingga 35 juta ton metrik (Mt) nafta setiap tahun, atau lebih dari seperlima pasar global.

Berdasarkan data tahun lalu, Rusia mendominasi pasokan ke Asia, termasuk menyediakan lebih dari 50 persen kebutuhan impor India. India memiliki peran ganda, yakni sebagai importir besar untuk memenuhi kebutuhan domestik serta eksportir dalam skala kecil. Kilang besar seperti Reliance Industries dan HPCL Mittal kerap mengirimkan surplus ke Asia Tenggara dan Eropa ketika permintaan dalam negeri turun atau harga global lebih menguntungkan.

Indonesia Cari Sumber Impor Alternatif

Dengan situasi Timur Tengah yang kian tidak stabil, Indonesia sedang mencari alternatif pasokan nafta. Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan bahwa sumber baru ini berasal dari India, Amerika Serikat, dan Afrika. Namun, impor dari ketiga wilayah tersebut masih dalam proses penyediaan stok sebelum pengiriman dilakukan.

“Kita terus mencari (dari) negara lain yang bisa mensuplai untuk bahan baku biji plastik,” ujar Budi di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (13/4).

Indonesia juga harus bersaing dengan negara-negara produsen plastik lain, seperti Taiwan, Korea Selatan, Thailand, Vietnam, dan Singapura, dalam mendapatkan pasokan nafta yang stabil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *