Today’s News: Ukraina Bombardir Kilang Minyak Rusia
Ukraina Bombardir Kilang Minyak Rusia
Dilaporkan, Ukraina melakukan serangan udara terhadap dua kilang minyak dan sejumlah fasilitas energi Rusia pada dini hari Sabtu (18/4) waktu setempat. Serangan tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah Amerika Serikat kembali memberikan dispensasi untuk ekspor minyak Rusia, meski negara tersebut masih terkena sanksi Washington.
Sebelumnya, negara-negara Barat dan sekutu menjatuhkan larangan ekspor energi Rusia karena dianggap mendukung perang Moskow terhadap Ukraina. Namun, dispensasi diberikan di tengah kenaikan harga minyak mentah dunia. Kementerian Keuangan AS mengeluarkan izin tersebut pada Jumat (17/4) saat pemerintahan Donald Trump berupaya mengurangi tekanan pada harga minyak global akibat konflik AS dan Iran.
“Dengan percepatan proses negosiasi, Kementerian Keuangan ingin memastikan minyak tersedia bagi yang membutuhkan,” kata juru bicara Kementerian Keuangan AS, dilansir dari CNN pada Minggu (19/4).
Komandan pasukan drone Kyiv, Robert “Madyar” Brovdi, menyebut serangan melibatkan kilang minyak Novokuybyshevsk dan Syzran di Samara, terminal Tikhoretsk di Krasnodar, pelabuhan Vysotsk di Laut Baltik, serta depot minyak di Sevastopol, Krimea. Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia tidak mengakui serangan tersebut, hanya menyatakan pertahanan udara mencegat 258 drone dalam satu malam.
Berdasarkan laporan daerah, beberapa pejabat Rusia melaporkan dampak dari serangan. Gubernur Samara Vyacheslav Fedorishchev mengungkapkan kebakaran terjadi di fasilitas industri, sementara markas darurat wilayah Krasnodar mengatakan 224 personel dan 56 unit peralatan dikerahkan untuk mengendalikan api. Gubernur Leningrad Aleksandr Drozdenko juga mengatakan kebakaran di pelabuhan Vysotsk terjadi, tetapi api berhasil dipadamkan.
Dispensasi AS kali ini merupakan keputusan kedua yang memperbolehkan penjualan minyak Rusia meski terkena sanksi. Lisensi sebelumnya berakhir 11 April, meski Menteri Keuangan Scott Bessent sempat menyatakan tidak akan diperpanjang. Perpanjangan ini memungkinkan pengiriman minyak Rusia melalui laut hingga 16 Mei. Utusan khusus Presiden Rusia Vladimir Putin, Kirill Dmitriev, mengatakan kebijakan tersebut menambah pendapatan energi Rusia sekitar 100 juta barel, di luar volume sebelumnya.
Badan Energi Internasional (IEA) mencatat pendapatan energi Rusia melonjak hampir dua kali lipat pada Maret menjadi US$19 miliar, dari US$9,75 miliar pada Februari. Kenaikan harga minyak dan dispensasi AS disebut memberi dorongan signifikan bagi anggaran Rusia.