Meeting Results: Bandara Malaysia Eror Lagi, Bagasi Penumpang Terlambat hingga 4 Jam
KLIA Malaysia Alami Gangguan Sistem Bagasi, Penundaan Hingga 4 Jam
Pada hari Sabtu (18/4), sistem pengelolaan bagasi di Terminal 1 Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) Malaysia mengalami gangguan selama beberapa jam. Insiden ini menyebabkan penundaan pengiriman bagasi kepada penumpang hingga mencapai 4 jam. Menteri Perhubungan Anthony Loke mengingatkan bahwa kesalahan berulang di bandara negara ini tidak akan dibiarkan.
Investigasi Diperintahkan Setelah Gangguan Serupa Bulan Lalu
Pemerintah Malaysia memerintahkan penyelidikan terhadap masalah ini, karena gangguan serupa pernah terjadi sebelumnya. “Sebagai bandara nasional, kita tidak bisa menerima kelalaian berulang seperti ini. MAHB akan dimintai pertanggungjawaban atas insiden yang terjadi,” jelas Loke seperti dilaporkan Free Malaysia Today, Minggu (19/4), melalui Channel News Asia.
“Pelanggan yang menggunakan bandara kita berhak mendapatkan layanan terbaik tanpa mengalami masalah seperti ini,” tegas Loke, sambil menekankan bahwa perbaikan teknis belum cukup menyelesaikan akar permasalahan.
Dalam pernyataannya, Loke menyebutkan bahwa sistem telah dipulihkan pada malam hari setelah gangguan terjadi. Ia juga meminta pertemuan darurat dengan pihak terkait pada Senin (20/4) untuk meninjau ulang prosedur operasional, termasuk waktu respons, komunikasi dengan penumpang, serta perencanaan darurat, menurut Malay Mail.
Keluhan Penumpang di Media Sosial
Keluhan para penumpang terkait penundaan ini viral di media sosial. Melansir Channel News Asia, pengguna Facebook Kenc Low membagikan pengalaman di akun Malaysia Airlines, menyebutkan bahwa gangguan bagasi terjadi sekitar pukul 18.30 Sabtu (18/4). “Aula kedatangan Terminal 1 KLIA sangat ramai, dengan waktu tunggu lebih dari satu jam,” tulis Low.
Low juga menambahkan, “Saya makan malam di lounge, dan saat keluar, bagasi saya belum terlihat.” Insiden serupa terjadi bulan lalu setelah pemadaman listrik singkat pada 6 Maret, menurut The Star.
Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia diminta melakukan investigasi dan menentukan sanksi terhadap MAHB, karena kejadian ini menunjukkan masalah struktural dalam organisasi. “Tanpa budaya tanggung jawab yang tulus, kita tidak bisa mewujudkan aspirasi menjadi bandara terbaik dunia,” pungkas Loke.