Main Agenda: Fadli Zon Bicara Spririt Konferensi Asia-Afrika Bisa Jadi ‘Kompas’ Moral untuk Hentikan Konflik Timur Tengah
Fadli Zon: Semangat Konferensi Asia-Afrika Bisa Jadi Kompas Moral untuk Hentikan Konflik Timur Tengah
Konflik di Timur Tengah masih terus berlangsung tanpa menunjukkan tanda-tanda mereda. Rudal terus ditembakkan, menyebabkan korban yang tidak hanya melibatkan militer dan pejabat, tetapi juga masyarakat sipil. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai semangat yang diusung Konferensi Asia-Afrika (KAA) pada masa lalu tetap relevan sebagai pegangan moral bagi negara-negara yang terlibat perang. Menurutnya, nilai-nilai persatuan dan komitmen menjaga kebudayaan bisa menjadi kunci untuk menenangkan ketegangan.
“Di tengah dunia yang semakin tidak pasti, Bandung Spirit justru menjadi relevan sebagai kompas moral. Jika kita ingin membangun perdamaian berkelanjutan, maka kita harus melindungi kebudayaan,” ujar Fadli dalam acara perayaan ke-71 Konferensi Asia-Afrika di Hotel Savoy Homann, Minggu (19/4).
Fadli menjelaskan bahwa kebudayaan adalah kekuatan lunak, sedangkan militer dianggap sebagai hard power. Dengan memperkuat nilai-nilai budaya, ia percaya bahwa konflik dapat diminimalkan tanpa mengorbankan banyak pihak. “Budaya ini adalah jembatan, bisa menyatukan dan mengurangi perpecahan,” tambahnya.
Kegiatan Perayaan di Bandung
Seiring perayaan tersebut, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan rencana menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti pawai dan karnaval mulai 24 April hingga 12 Juli. “Kita akan membangun rangkaian acara untuk mengenang Konferensi Asia-Afrika,” ujarnya.
Selain itu, Pemkot Bandung sedang mengajukan permohonan kepada pemerintah pusat untuk mendaftarkan Jalan Asia-Afrika dan Jalan Otto Iskandar Dinata sebagai warisan UNESCO. Prosesnya melibatkan perbaikan bangunan bersejarah yang rusak akibat vandalisme, dengan bantuan Dinas Tata Ruang.
Kompas Moral dan Warisan Budaya
Bandung Spirit dianggap masih menjadi referensi penting dalam era globalisasi. Meski usianya telah mencapai 71 tahun, semangat KAA dinilai tetap relevan sebagai panduan moral dan alat diplomasi budaya. Namun, penerapannya seringkali terhambat oleh kepentingan elite.
Dasasila Bandung, yang merupakan warisan KAA 1955, kembali dianggap sebagai pedoman bagi Indonesia dan dunia dalam menghadapi polarisasi global. Fadli Zon juga menekankan pentingnya pelestarian Keris sebagai warisan budaya dunia, yang menjadi fokus utama dalam Solo Arts and Culture Exhibition.
Langkah Penguatan Ekosistem Budaya
Dalam acara Kirab Pusaka Nusantara di Candi Borobudur, Magelang, Fadli Zon memperkuat gagasan bahwa budaya bisa menjadi alat adaptasi dan pengembangan wisata religi. Pemasangan Catra di Candi Borobudur, sebagai bagian dari konsep *living heritage*, masih dalam proses evaluasi oleh Kementerian Kebudayaan.
Selain itu, ia menyoroti potensi teknologi XR dalam memperkuat perfilman nasional. Dengan alat ini, produksi film bisa lebih bermutu dan bermakna edukatif, serta membuka peluang baru bagi sineas Indonesia. Sementara itu, model kebaya modern untuk perayaan Hari Kartini menggabungkan unsur tradisional dan kontemporer, menciptakan tampilan yang lebih anggun.
Vespa 946 Horse dianggap contoh sempurna tentang keterampilan kerajinan tangan Italia yang menggabungkan nilai budaya Imlek, terutama dalam Tahun Kuda. DPD I Partai Golkar Maluku pun mendesak pendekatan lebih serius dalam mengelola kekayaan budaya lokal sebagai bagian dari identitas nasional.