Historic Moment: Kisah Rexy Mainaky, Pelatih Indonesia yang Berjuang Keras agar Malaysia Juara Piala Thomas 2026
Kisah Rexy Mainaky, Pelatih Indonesia yang Berjuang Keras agar Malaysia Juara Piala Thomas 2026
Pemusatan Latihan Intensif di Herning
Direktur kepelatihan ganda nasional Malaysia, Rexy Mainaky, memberikan pesan tajam kepada seluruh anggota skuad Piala Thomas dan Uber 2026. Dalam pelatihan berintensitas tinggi di Herning, Denmark, legenda bulu tangkis Indonesia tersebut menekankan bahwa kemenangan tidak hanya bergantung pada kemampuan teknis, tetapi juga pada dedikasi maksimal di luar lapangan. Rexy berharap tim yang diketuai Aaron Chia bisa memecahkan kebuntuan gelar bergengsi yang terakhir kali diraih Malaysia pada 1992.
Rexy meminta para pemain untuk hidup sebagai satu kesatuan, mulai dari latihan hingga aktivitas sehari-hari, selama delapan hari kamp dan sepuluh hari pertandingan di Horsens. “Kita berada di sini bersama, dan Aaron, kalian adalah kaptennya. Kapten harus memimpin tim dan mulai sekarang, lakukan segalanya sebagai satu tim, bahkan saat makan,” ujarnya setelah sesi latihan, dikutip dari Media Malaysia, New Straits Times, Senin (20/4/2026).
Kamu harus memimpin timmu dan mulai sekarang, lakukan segalanya sebagai satu tim, bahkan saat makan. Tetap bersatu dengan satu pola pikir,” tegas Rexy.
Pola Pikir Bersatu
Rexy meyakini prestasi luar biasa hanya bisa dicapai melalui pengorbanan yang sama besar. Ia menuntut agar tanggung jawab kemenangan tidak hanya diambil oleh satu atau dua atlet utama, tetapi oleh seluruh 10 pemain dalam skuad. “Setiap individu harus memberikan kontribusi penuh dan tidak hanya menjadi penonton di pinggir lapangan,” tambahnya.
Dalam menyambut ajang bergengsi ini, Rexy juga memotivasi para atlet untuk memikirkan legasi yang akan mereka tinggalkan setelah pensiun. Ia mengajukan contoh Carolina Marin, mantan pemain Spanyol yang meruntuhkan dominasi negara-negara unggul dalam olahraga ini.
“Hargai diri kalian setinggi-tingginya. Jangan menunggu orang lain menghargai kalian. Kalian harus menghargai diri sendiri terlebih dahulu,” imbuh Rexy.
Dengan menyatukan semangat dan komitmen, Rexy ingin para atletnya membuktikan bahwa usaha sejak masa kecil telah membuahkan hasil yang layak dihargai. Ia menekankan pentingnya menjaga fokus dan konsistensi sepanjang turnamen, agar Malaysia mampu kembali menjadi juara Piala Thomas.