BPOM: SE 2/2026 upaya lindungi generasi muda dari penyalahgunaan N2O
BPOM: SE 2/2026 upaya lindungi generasi muda dari penyalahgunaan N2O
Jakarta – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) baru saja menerbitkan Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2026. Dokumen ini bertujuan mengatur proses produksi, importasi, registrasi, serta distribusi Bahan Tambahan Pangan (BTP) Dinitrogen Monoksida (N2O). Upaya ini dilakukan untuk mencegah penggunaan gas tertawa ini secara tidak semestinya oleh kalangan remaja.
Penyalahgunaan N2O Berisiko Nyawa
Ketua Tim Analisis Pangan Olahan, Direktorat Cegah Tangkal BPOM, Andi Wibowo, mengungkapkan bahwa N2O bisa berdampak fatal jika disalahgunakan. “Penyalahgunaan gas ini sering kali menyebabkan kematian karena kehilangan asupan oksigen dalam tubuh, sehingga otak dan batang otak bisa mati,” jelas Andi.
“Kematian terjadi karena tubuh kekurangan oksigen, yang berujung pada gangguan pernapasan dan kerusakan organ vital,” kata Andi Wibowo.
Detail Surat Edaran
Surat Edaran tersebut mencakup beberapa ketentuan, seperti wajibnya mengajukan izin edar untuk BTP N2O yang diproduksi di dalam maupun luar negeri. Selain itu, ukuran kemasan primer N2O dibatasi hingga maksimal 10 gram per unit. Sediaan BTP N2O dapat dikemas dalam kemasan individu atau multipack.
Produsen dan pengemas BTP N2O juga diharuskan memenuhi Izin Penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (IPCPPOB) sesuai aturan perundang-undangan. Hal ini bertujuan memastikan keamanan produk sebelum mencapai tangan konsumen.
Studi Perlihatkan Kenaikan Risiko
Menurut Andi, data dari University of Mississippi dan University of Illinois menunjukkan kenaikan signifikan penggunaan N2O secara berlebihan. Dalam periode 2010 hingga 2023, kasus kematian akibat penyalahgunaan gas ini meningkat 578 persen, dari 23 menjadi 156 kasus.
Tren penyalahgunaan N2O semakin meresahkan, dengan munculnya banyak konten di berbagai platform yang menjelaskan cara menghirup gas tersebut. Fenomena ini juga menyebabkan konten serupa mulai muncul di TikTok sejak 2024.
Peringatan dari US FDA
Sebagai langkah pencegahan, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (US FDA) memberikan peringatan pada 2025. Mereka menekankan pentingnya menghindari penggunaan N2O untuk keperluan non-makanan, seperti kegiatan rekreasi, karena risikonya sangat tinggi.
Penggunaan N2O yang Sah
Andi menambahkan bahwa N2O memiliki manfaat sah, seperti digunakan dalam anestesi medis, sebagai pengembang krim whipped cream dalam industri makanan, serta sebagai bahan pendorong tenaga mesin di bidang otomotif.
Tindakan BPOM dan Polri
Sebelumnya, BPOM bersama Polri telah melakukan investigasi terkait penyalahgunaan N2O. Beberapa temuan ditemukan, seperti modus pengemasan dengan membeli tabung besar untuk diisi ke dalam tabung kecil. Selain itu, penjualan di pasar tradisional berkurang, sementara metode distribusi beralih ke media sosial.