Special Plan: Kemensos dan Pemprov Sulteng perkuat koordinasi pemutakhiran DTSEN
Kemensos dan Pemprov Sulteng perkuat koordinasi pemutakhiran DTSEN
Palu, Senin – Kementerian Sosial (Kemensos) RI dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) intensif membangun kerja sama dalam memperbarui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Tujuannya adalah untuk memastikan distribusi bantuan sosial (bansos) lebih tepat dan mencakup kelompok yang benar-benar membutuhkan. Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf mengatakan kunjungan ke Palu dilakukan guna melanjutkan program strategis Presiden RI Joko Widodo yang berfokus pada tiga aspek utama.
Pemutakhiran Data yang Akurat
Dalam upaya memperoleh data yang andal, Kemensos menekankan proses pembaruan secara bertahap, mulai dari tingkat RT, RW, hingga desa, kabupaten, dan provinsi. Hal ini bertujuan agar informasi yang dihasilkan konsisten dan terpadu dalam DTSEN. Selain itu, pemerintah mengundang masyarakat untuk turut serta memperbaiki data melalui mekanisme usulan dan sanggahan. Beberapa saluran yang tersedia antara lain aplikasi Cek Bansos, layanan call center di 021-171, serta WhatsApp pada nomor 08 877 171 171.
“Semua jalur informasi dibuka, baik lewat formalitas maupun partisipasi langsung. Presiden ingin data ini diperiksa, diperbaiki, dan dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat,” ungkapnya.
Peningkatan Kemandirian Ekonomi
Mensos menjelaskan bahwa bansos tidak hanya berfungsi sebagai bantuan darurat, tetapi juga sebagai alat untuk meningkatkan daya tahan masyarakat. Di masa depan, bantuan akan diarahkan ke arah pemberdayaan ekonomi penerima manfaat, seiring pengembangan kebutuhan dasar yang terpenuhi. Ia juga menyoroti peran program Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya memutus siklus kemiskinan.
Program Pendidikan untuk Keluarga Miskin
Dalam konteks itu, Kemensos menyampaikan bahwa di Sulteng saat ini telah terdapat dua sekolah rakyat percobaan, berlokasi di Kota Palu dan Kabupaten Sigi. Sekolah tersebut mampu menerima hingga 1.000 siswa dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. Ia menekankan bahwa bansos bertujuan mendorong masyarakat menjadi mandiri, bukan sekadar memenuhi kebutuhan sementara.
“Bansos ini tidak hanya sekadar diterima, tetapi harus mendorong masyarakat untuk berdaya. Prinsipnya bansos sementara, berdaya selamanya. Ini adalah penekanan Presiden,” tambahnya.
Kerja sama antara Kemensos dan Pemprov Sulteng terus diperkuat untuk menghasilkan data yang lebih relevan dengan kondisi nyata di lapangan. Dengan demikian, program bantuan sosial bisa lebih efektif dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Untuk memastikan hal itu, Kemensos juga menggencarkan pengadaan operator data desa di setiap kelurahan dan desa sebagai penghubung langsung antara RT/RW dengan sistem nasional.