Menteri HAM sebut 15 warga meninggal akibat baku tembak di Kembru
Pigai: 15 Warga Sipil Tewas dalam Baku Tembak di Kembru
Jakarta – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengungkapkan bahwa 15 warga sipil menjadi korban meninggal akibat pertembakan antara aparat dengan Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat (TNPPB) di Kampung Kembru, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada Selasa (14/4). “Sebanyak 15 orang meninggal dunia dalam serangan di Kembru tersebut,” ujarnya saat jumpa pers di kantor Kementerian HAM, Kuningan, Jakarta Pusat, Senin.
Menurut Pigai, data jumlah korban yang diperoleh berasal dari sumber-sumber beragam, termasuk pemerintah daerah, warga sekitar, serta korban yang terkena tembakan. Kementerian HAM juga mencatat adanya tujuh orang yang mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut.
Kementerian HAM memberi perhatian khusus terhadap kejadian ini karena melibatkan korban masyarakat sipil. Sebagai langkah penyelidikan, Pigai dan timnya mengambil alih penanganan kasus ini untuk memastikan proses investigasi berjalan transparan dan adil. “Lebih baik Kementerian HAM mendahului dalam memverifikasi fakta dan informasi tersebut, jauh lebih baik daripada membiarkannya terbengkalai,” jelas Pigai.
“Peristiwa itu terjadi siang hari, pelakunya sudah tahu. Itu tidak bisa diperdebatkan. Pelakunya rakyat sudah tahu, mereka yang menjadi korban tahu, serta warga di lokasi juga sudah mengetahui. Ya sekarang silakan, jangan sembunyikan, harus dibuka,” kata Pigai.
Pigai menilai masyarakat setempat seharusnya sudah mengenali pelaku penembakan karena peristiwa tersebut terjadi pada pagi hingga siang hari. Ia berharap pihak yang merasa menjadi pelaku dapat mengaku dan menjalani proses hukum demi terwujudnya keadilan di Papua.