Key Strategy: Rektor Unhas: AI perlu keseimbangan teknologi dan kesadaran etis

Rektor Unhas: AI perlu keseimbangan antara kemajuan teknologi dan kesadaran etis

Makassar – Dalam acara talkshow bertajuk “AI untuk Anak Bangsa” yang diselenggarakan oleh Unhas TV bersama Tempo TV, Rektor Universitas Hasanuddin Prof Jamaluddin Jompa (JJ) menyoroti pentingnya keseimbangan antara kemajuan teknologi dan kesadaran etis dalam pemanfaatan artificial intelligence (AI).

Prof JJ menyoroti bahwa di tengah perkembangan AI yang pesat, batas antara fakta dan manipulasi menjadi semakin tipis. Hal ini mengundang pertanyaan tentang etika dan perlindungan hukum dalam penggunaannya. AI saat ini mampu mengotomatisasi produksi konten, menyusun pesan yang personal, serta menciptakan realitas sintetis seperti deepfake.

“Mahasiswa sebagai generasi muda harus mampu memahami dan memanfaatkan teknologi ini secara bijak untuk masa depan,” jelas Prof JJ.

Kemudahan tersebut membuka ruang luas bagi industri media dan komunikasi, tetapi sekaligus menimbulkan risiko baru, mulai dari disinformasi hingga pelanggaran privasi. Isu ini membutuhkan pendekatan yang tidak hanya bersifat teknologis, tetapi juga normatif.

Dalam konteks ini, perspektif etika menjadi krusial untuk menjaga bahwa penggunaan AI tetap berlandaskan nilai-nilai kebenaran, transparansi, dan tanggung jawab. Sementara itu, kerangka hukum harus mampu beradaptasi agar tidak tertinggal dari laju inovasi yang cepat.

Rektor Unhas menekankan peran strategis perguruan tinggi sebagai pusat produksi pengetahuan dan pelindung nilai. Kampus harus menjadi tempat membekali mahasiswa dengan literasi digital yang memadai, agar siap menghadapi perubahan teknologi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *