Topics Covered: Mendagri ajak kepala daerah perkuat kesiapsiagaan hadapi krisis global

Mendagri ajak kepala daerah perkuat kesiapsiagaan hadapi krisis global

Dari Jakarta, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengajak seluruh kepala daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman inflasi dan dampak krisis global yang berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi masyarakat, terutama kelompok dengan pendapatan rendah. Ia menegaskan bahwa isu biaya hidup menjadi prioritas utama masyarakat saat ini.

“Lebih dari 60 persen masyarakat kita itu peduli pada biaya hidup, terutama makanan. Ini tidak bisa ditunda,” kata Tito dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Hal ini disampaikan Tito Karnavian saat menjadi pembicara utama dalam Rapat Kerja Komwil I APEKSI di Kota Banda Aceh, Aceh. Menurutnya, inflasi kini bukan lagi sekadar isu makro, melainkan persoalan konkret yang dirasakan langsung oleh masyarakat sehari-hari. Kenaikan harga bahan pokok, energi, dan logistik berpotensi memicu tekanan sosial.

Mendagri mengingatkan bahwa jika inflasi tidak dikendalikan, dampaknya bisa sangat serius. “Kalau sudah meledak, mahal biayanya. Bisa sampai kerusuhan, fasilitas publik rusak. Membangunnya lama, merusaknya sebentar,” ujarnya.

Peran daerah dalam menjaga stabilitas harga

Menteri Tito juga menyoroti dinamika global yang masih penuh tantangan, termasuk konflik Rusia-Ukraina dan ketegangan di Timur Tengh yang melibatkan beberapa negara besar. Menurutnya, perubahan tersebut berdampak pada harga energi global, yang kemudian memengaruhi berbagai sektor.

Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga minyak berpotensi memicu efek berantai terhadap biaya transportasi, distribusi, dan harga barang. Oleh karena itu, peran aktif pemerintah daerah dianggap kritis dalam menjaga stabilitas harga di wilayahnya.

“Jangan autopilot. Jangan tunggu sampai masalah meledak,” tambah Tito. Menurutnya, TPID harus terus memperkuat kinerja, termasuk dengan koordinasi intensif dengan BPS untuk memantau pergerakan harga secara real time.

Strategi adaptif dalam menghadapi krisis

Dalam konteks ini, Mendagri menekankan bahwa pengendalian inflasi dapat difokuskan pada dua aspek utama: kecukupan pasokan dan kelancaran distribusi. Ia juga memberi contoh lonjakan harga cabai yang terjadi di beberapa daerah Aceh, yang tidak hanya dipengaruhi faktor produksi, tetapi juga distribusi yang kurang optimal.

Berkaca dari pengalaman pandemi COVID-19, ia menyampaikan bahwa penguatan ketahanan pangan lokal menjadi langkah strategis. Inisiatif seperti urban farming, hidroponik, dan pemanfaatan lahan sempit di perkotaan dianggap sebagai solusi adaptif sekaligus peluang untuk mendorong kemandirian masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *