Kader Gokkar di Maluku diminta tetap kondusif usai penikaman Nus Kei
Golkar Kader di Maluku Diperintahkan Tetap Tenang Usai Tragedi Penikaman Nus Kei
Jakarta – Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, menegaskan bahwa seluruh jajaran kader Partai Golkar di Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, diperintahkan tetap tenang dan tidak terpancing emosi setelah terjadi penikaman terhadap Ketua DPD II Golkar Maluku Tenggara (Malra) Agrapinus Rumatora, yang dikenal dengan nama panggilan Nus Kei. “Saya berharap kepada seluruh jajaran partai Golkar, terutama di Maluku Tenggara, dapat tetap mengendalikan diri,” ujarnya di kompleks parlemen, Jakarta, Senin.
Proses Hukum dan Harapan untuk Penyelesaian Damai
Doli menambahkan bahwa para kader di wilayah tersebut diimbau untuk bersikap dewasa, sekaligus mendukung berlangsungnya proses hukum secara transparan. “Saya berharap ini tidak ada kaitannya dengan urusan politik apalagi Golkar, dan kalau pun urusannya pribadi, saya berharap keluarga juga tidak merespon dengan pendekatan yang sama,” tuturnya.
“Di tengah kemajuan bangsa, seharusnya semua persoalan bisa diselesaikan dengan dialog, kepala dingin, dan tanpa emosi.”
Menurut Doli, keluarga besar partai Golkar turut berduka atas kejadian tragis tersebut dan menyampaikan belasungkawa kepada pihak yang ditinggalkan. Ia juga bersyukur karena pelaku sudah ditangkap dalam waktu sekitar dua jam setelah kejadian.
Detail Peristiwa Penikaman
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora, ditikam oleh orang tak dikenal di pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun, Minggu (19/4). Polisi menyebutkan, aksi penikaman terjadi sekitar pukul 11.25 WIT, tepat saat korban baru tiba dari Jakarta. Korban kemudian dilarikan ke RS Karel Sadsuitubun oleh keluarga sekitar pukul 12.00 WIT, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka serius.
Dalam waktu dua jam setelah kejadian, dua tersangka yang diduga melakukan aksi tersebut berhasil ditangkap. Keduanya masing-masing berinisial HR (28) dan FU (36).