Latest Program: Menteri LH minta Banjar tuntaskan sisa 27 persen persoalan sampah

Menteri LH minta Banjar tuntaskan sisa 27 persen persoalan sampah

Martapura, Kalimantan Selatan (ANTARA) – Dalam upaya mendorong pengelolaan sampah yang lebih baik, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq meminta Pemkab Banjar memastikan penyelesaian 27 persen dari total sampah yang masih belum teratasi. Sampah harian di wilayah tersebut mencapai sekitar 365 ton, dengan 265 ton telah diolah melalui TPA Kencana menggunakan sistem control landfill. Hal ini meninggalkan sisa 27 persen yang perlu penanganan lebih intensif.

Pelaksanaan Terbuka Dihentikan Awal 2025

Menteri Hanif mengapresiasi kecepatan Pemkab Banjar dalam menghentikan praktik open dumping sejak awal 2025 sebagai respons atas arahan pemerintah pusat. Langkah ini dianggap sebagai tahap awal menuju pengelolaan sampah yang lebih sistematis.

Dalam acara Apel dan Korve Lingkungan di Pasar Batuah, Senin, ia menjelaskan bahwa penghentian open dumping menjadi dasar untuk mengurangi dampak pencemaran dan memperkuat tata kelola sampah secara bertahap. Target nasional 100 persen pengelolaan sampah pada 2029 juga menjadi penekanan utama dalam upaya pembangunan berkelanjutan.

Langkah Selanjutnya: Pengurangan Sampah Organik

Berikutnya, pemerintah daerah dianjurkan fokus pada pengurangan sampah organik yang masuk ke TPA. Sampah jenis ini, seperti sisa makanan dan dedaunan, harus diselesaikan di luar sistem pengolahan. TPA hanya digunakan untuk residu dan sampah anorganik untuk mengurangi beban lingkungan.

Penerapan control landfill juga ditekankan. Sampah di tempat penimbunan harus ditutup secara berkala, minimal setiap minggu, agar tidak ada lagi pembuangan terbuka. Langkah ini bertujuan memastikan lingkungan tetap terjaga dan mengurangi polusi.

Aspek Teknis dan Potensi Percontohan

Menteri Hanif menyoroti kebutuhan peningkatan aspek teknis, seperti penyusunan Rencana Induk Pengelolaan Sampah, alokasi anggaran yang ditambah sekitar tiga persen, serta penguatan sumber daya manusia dalam manajemen sampah. Menurutnya, Kabupaten Banjar memiliki potensi menjadi contoh nasional, terutama jika capaian keberhasilan yang telah dicapai dapat ditingkatkan.

Dalam konteks ini, Pemkab Banjar diberi kesempatan untuk memperoleh penghargaan Adipura pada 2026, asalkan sisa masalah dapat diselesaikan secara optimal.

Komitmen Bupati Banjar

Bupati Banjar Saidi Mansyur menyatakan pemerintah daerah setempat berkomitmen melanjutkan program kebersihan. Langkah ini mencakup persiapan anggaran, pengembangan sarana prasarana, serta penguatan peran kelompok masyarakat dalam pengelolaan sampah dari sumber.

Pemkab Banjar juga siap mendukung proyek konversi sampah menjadi energi listrik di Banjarbakula. Kerja sama regional akan melibatkan penyuplai sampah sebanyak 100 ton per hari sebagai bagian dari upaya bersama.

Menurut Saidi, pendekatan berbasis masyarakat semakin berkembang karena memberi nilai ekonomi. Ini mendorong partisipasi warga dalam mengurangi sampah sejak awal, menjadikan pengelolaan lebih efektif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *