Topics Covered: Kemenkes perkuat komunikasi publik demi tingkatkan vaksinasi campak
Kemenkes Perkuat Komunikasi Publik demi Tingkatkan Vaksinasi Campak
Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus meningkatkan upaya komunikasi kepada masyarakat guna memperkuat pemahaman tentang pentingnya vaksinasi dalam mencegah penularan penyakit campak. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa strategi ini tidak hanya melibatkan dokter, tetapi juga tokoh-tokoh lain yang bisa menyampaikan informasi secara lebih mudah dipahami, terutama melalui platform media sosial.
“Jadi kita harus pakai juga beberapa orang-orang yang memang bisa membicarakannya dengan bahasa yang gampang dimengerti,” kata Menkes dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin.
Menkes juga menyoroti bahwa penyakit campak sangat mudah menular, terutama pada anak-anak. Ia menjelaskan bahwa lonjakan kasus sering terjadi di periode tertentu, seperti awal tahun ketika mobilitas masyarakat meningkat, termasuk saat anak-anak kembali bersekolah. Menurut Menkes, vaksinasi merupakan intervensi paling efektif untuk mengurangi penyebaran penyakit menular.
“Hal itu telah terbukti pada berbagai penyakit, termasuk COVID-19. ‘Begitu penyakit menular ada vaksinnya, turun langsung (jumlah kasus). Kita juga tahu campak ini sudah ada vaksinnya,’” ujarnya.
Selama pandemi, cakupan vaksinasi campak sempat menurun karena fokus pemerintah bergeser ke penanganan wabah virus. Akibatnya, sebagian anak terlewat dari jadwal imunisasi. “Banyak orang tua yang kemudian lewat (jadwal imunisasi) campaknya,” tambah Menkes.
Menkes mengakui masih ada tantangan dalam meningkatkan cakupan vaksinasi, salah satunya adalah persepsi masyarakat terhadap keamanan vaksin. “Masalah utama di campak rubella ini adalah golongan yang tidak percaya ke vaksinasi itu besar sekali,” jelasnya.
Untuk mengatasi hal ini, pemerintah tidak hanya memperkuat komunikasi publik, tetapi juga melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) di wilayah dengan risiko penularan tinggi. Dengan ORI, vaksin diberikan secara massal kepada anak-anak untuk memutus siklus penyebaran penyakit.
“Kita langsung lakukan ORI, jadi daerah-daerah yang tinggi langsung disuntik, kita sapu bersih,” kata Budi.
Menurut Menkes, langkah tersebut mulai menunjukkan hasil positif dengan adanya penurunan kasus campak seiring peningkatan jumlah anak yang divaksinasi. “Begitu imunisasinya naik, langsung kasusnya menurun di anak-anak,” pungkasnya.