Key Issue: Semua pihak diajak kerja sama untuk ciptakan damai di Papua
Semua Pihak Diajak Kerja Sama untuk Ciptakan Damai di Papua
Jakarta – Menteri HAM Natalius Pigai menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor guna mencapai perdamaian di Tanah Papua. Ia mengajak seluruh komponen masyarakat untuk terlibat dalam diskusi mencari solusi. “Kita jangan saling menyalahkan. Semua pihak, termasuk tentara, OPM, KKB, dan masyarakat Papua, harus berkumpul untuk membicarakan langkah-langkah menciptakan keadaan damai di wilayah tersebut,” ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta Selatan, Senin.
Peristiwa Penembakan di Kembru
Penyebab peristiwa itu terjadi pada Selasa (14/4), saat baku tembak antara aparat dan Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat (TNPPB) di Kampung Kembru, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Akibatnya, 22 warga sipil menjadi korban tembakan. Data dari Kementerian HAM menyebutkan 15 di antaranya tewas, sementara tujuh lainnya terluka.
“Jadi, untuk menciptakan Papua tanah damai itu secara komprehensif bersama-sama seluruh komponen Bangsa Indonesia untuk mengambil keputusan bersama,” kata Pigai.
Pigai menegaskan bahwa tanggung jawab menciptakan perdamaian tidak hanya ada pada eksekutif, tetapi juga legislatif dan yudikatif. Ia menekankan bahwa keputusan politik besar perlu diambil oleh ketiga lembaga tersebut untuk mewujudkan situasi yang stabil. “Semua komunitas, mau tentara, mau OPM, KKB, mau masyarakat Papua, bersatu sama-sama menciptakan tanah Papua damai,” ujarnya.
Kementerian HAM Terus Menelusuri Akar Masalah
Menurut Pigai, pemerintah berupaya memberikan rasa aman dan adil kepada masyarakat Papua. Salah satu langkahnya adalah mengambil alih penanganan kasus penembakan di Kembru. Kementerian HAM juga akan melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab kejadian tersebut, serta mendorong pihak terlibat mengakui perbuatannya.
Upaya ini diharapkan bisa mempercepat penyelidikan dan memastikan pelaku ditindak secara adil. Sampai saat ini, seluruh korban telah menerima perawatan intensif di rumah sakit. Pigai menyebutkan bahwa Kementerian HAM masih menyelidiki adanya anak-anak yang menjadi korban tewas dalam peristiwa tersebut.