Main Agenda: Menkeu dan gubernur bank ASEAN tegaskan komitmen finansial

Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN Tegaskan Kemitraan Finansial

Jakarta – Dalam pertemuan resmi yang diadakan di ibu kota, para menteri keuangan serta gubernur bank sentral kawasan ASEAN kembali menegaskan komitmen untuk meningkatkan ketahanan ekonomi dan kolaborasi finansial. Mereka menghadapi tantangan global yang semakin tidak pasti, termasuk perubahan geopolitik dan fluktuasi pasar keuangan. “Dengan meningkatnya ketegangan internasional, persatuan negara-negara ASEAN menjadi lebih penting,” ujar Menteri Keuangan Filipina Frederick D. Go dalam pernyataan resmi yang diumumkan. “Komitmen kolektif kita memberikan sinyal kuat bahwa kawasan tetap stabil meski menghadapi kesulitan.”

Kekuatan Kerja Sama dalam Kondisi Terfragmentasi

Dalam sesi yang berbeda, Gubernur Bank Sentral Filipina Eli M. Remolona, Jr. menyoroti keunggulan ASEAN sebagai kawasan yang mampu mengatasi fragmentasi dunia. “Kita memiliki kekuatan besar dalam kerja sama,” katanya. Pertemuan Menteri Keuangan ASEAN (AFMGM) mengumpulkan para pemimpin keuangan dan bank sentral negara-negara anggota untuk menganalisis dinamika ekonomi global dan regional. Fokus utama mereka adalah menjaga kestabilan finansial melalui kebijakan makroekonomi yang solid, koordinasi kebijakan yang lebih baik, serta peningkatan kewaspadaan terhadap ancaman eksternal.

Inisiatif Prioritas untuk Kebangkitan Ekonomi

Peserta pertemuan mengapresiasi kemajuan program kerja sama finansial ASEAN dan menegaskan keinginan untuk memperdalam integrasi ekonomi serta meningkatkan ketahanan kawasan. Beberapa inisiatif utama yang menjadi fokus, antara lain pengembangan konektivitas pembayaran lintas batas, penguatan pasar modal, serta peningkatan kesehatan keuangan. Inisiatif-inisiatif ini didukung sebagai langkah penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Filipina melalui jalur kemitraan ASEAN.

Kolaborasi dengan Mitra Eksternal

Para menteri dan gubernur juga menyambut keterlibatan mitra eksternal seperti AS, Uni Eropa, dan Dewan Bisnis ASEAN. Filipina mendapat apresiasi atas keberhasilan AFMGM dan pertemuan terkait. Pertemuan tersebut diadakan secara virtual pada 7-11 April 2026, dengan negara ini menjabat sebagai Ketua ASEAN. Perpindahan ke format virtual terjadi karena krisis pasokan energi yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah.

“Kita memiliki kekuatan besar dalam kerja sama,” kata Gubernur Bank Sentral Filipina Eli M. Remolona, Jr.

Ketahanan Regional dan Manajemen Risiko

Pertemuan itu juga menekankan perlunya memobilisasi modal swasta, meningkatkan manajemen risiko iklim, serta memperkuat kestabilan sistem keuangan. Di sisi lain, Pertemuan Wakil Menteri Keuangan dan Bank Sentral ASEAN+3 digelar, di mana delegasi dari 11 negara anggota ASEAN serta China, Jepang, dan Korea Selatan membahas langkah untuk memperkuat ketahanan regional. Mereka menyoroti jaring pengaman keuangan dan inisiatif pasar obligasi sebagai bagian dari upaya kolektif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *