New Policy: Pengamat: Indonesia perkuat diplomasi global lewat warisan KAA
Pengamat: Indonesia perkuat diplomasi global lewat warisan KAA
Indonesia terus berupaya memanfaatkan warisan Konferensi Asia Afrika (KAA) sebagai fondasi dalam kebijakan luar negeri. Hal ini bertujuan untuk mendukung solidaritas antar negara-negara di wilayah Global South, termasuk dalam memperkuat posisi tawar mengenai permasalahan utang dan ketimpangan pembangunan, menurut seorang ahli hubungan internasional.
Meskipun pemanfaatan warisan KAA belum sepenuhnya konsisten, Indonesia sering mengangkat isu besar seperti utang dan ketimpangan pembangunan dalam kerangka solidaritas,” kata Andrea Abdul Rahman Azzqy, Pengamat Hubungan Internasional, saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin.
Andrea menyoroti dinamika kerja sama transisi energi yang melibatkan negara-negara berkembang. Menurutnya, saat ini kerja sama tersebut masih dominan dipengaruhi oleh kekuatan negara-negara maju. Kondisi ini memberikan peluang bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, untuk meningkatkan kapasitasnya agar tidak hanya mengikuti kerangka yang sudah ada, tetapi juga lebih aktif dalam membentuk aturan dan kebijakan global.
Posisi Indonesia kini lebih menonjol sebagai jembatan,” ujarnya. Dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, penguatan konsistensi dalam diplomasi dianggap sebagai faktor kunci untuk meningkatkan kredibilitas dan peran Indonesia di tingkat global.
Andrea mengatakan bahwa peran Indonesia sebagai mediator dalam memperjuangkan kepentingan Global South sangat berpotensi diperkuat. Ia menekankan bahwa keberhasilan ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga harus mampu menghasilkan kontribusi nyata dalam forum internasional.