Solving Problems: Menteri UMKM dukung soto banjar masuk identitas gastronomi dunia

Menteri UMKM Beri Dukungan untuk Meningkatkan Soto Banjar sebagai Identitas Gastronomi Nasional

Banjarbaru, Kalimantan Selatan – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman memberikan dukungan kepada Kota Banjarbaru dalam upaya membangun identitas gastronomi nasional. Penekanan ini disampaikan saat menghadiri Festival Soto Banjar Menuju Kota Gastronomi, Senin lalu. Dalam acara tersebut, Maman memaparkan bahwa penguatan identitas makanan tradisional daerah dapat menjadi pendorong utama untuk meningkatkan kesejahteraan pengusaha UMKM.

Kesempatan untuk Membangun Ekonomi Lokal

Menurut Maman, Soto Banjar, sebagai kuliner khas daerah, memiliki peluang besar untuk menjangkau pasar nasional hingga internasional. “Ini bisa menjadi kesempatan bagi pelaku usaha UMKM di sektor makanan untuk terus berkembang dan berinovasi,” ujarnya. Data dari Kementerian UMKM mencatat, Banjarbaru memiliki total 42.114 unit usaha, dengan 41.552 usaha mikro, 491 usaha kecil, serta 71 usaha menengah. Selain itu, ada 1.073 pengusaha UMKM dari kalangan disabilitas yang turut berkontribusi.

“Soto Banjar, sebagai hidangan khas daerah, memiliki potensi besar untuk menembus pasar nasional hingga internasional. Ini menjadi peluang bagi pengusaha UMKM sektor kuliner untuk terus tumbuh dan berkembang,” kata Maman.

Maman juga menyarankan peningkatan usaha berbasis kekhasan daerah, termasuk soto banjar, melalui perluasan akses pasar serta fasilitasi pembiayaan. Ia menekankan pentingnya kerja sama dengan bank anggota Himbara untuk memberikan modal yang lebih mudah. Pemerintah, lanjutnya, akan terus mendukung permodalan dan proses perizinan agar pengusaha UMKM bisa berkembang optimal.

Dalam konteks nasional, pemerintah telah menyiapkan Rp1.580 triliun untuk pembiayaan UMKM dari total kredit perbankan sebesar Rp8.149 triliun. Meski demikian, Maman mengingatkan bahwa tantangan masih ada, terutama dari produk impor ilegal yang mengganggu pasar domestik. “Kita perlu memastikan pasar dalam negeri tetap aman dan berpihak pada pengusaha UMKM Indonesia,” imbuhnya.

Karena itu, ia mengajak masyarakat, khususnya warga Banjarbaru, untuk terus berinovasi dan memperkuat kolaborasi. Dengan cara ini, UMKM bisa menjadi pilar ekonomi yang kuat dan berkelanjutan. Dukungan ini, kata Maman, bertujuan memperkuat daya saing lokal di tengah persaingan global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *