Key Discussion: Lindungi UNIFIL, pengamat sarankan RI gandeng Prancis ke DK PBB
Lindungi UNIFIL, pengamat sarankan RI gandeng Prancis ke DK PBB
Dari Jakarta, Indonesia menyarankan mengajukan sidang darurat Dewan Keamanan PBB untuk mendukung upaya multilateral dalam melindungi pasukan UNIFIL di Lebanon. Menurut para ahli, langkah ini bisa diperkuat dengan kerja sama dengan Prancis, yang juga anggota DK PBB, karena negara tersebut baru-baru ini mengalami kerugian serupa di wilayah konflik.
Hasil Kematian Prajurit TNI Memicu Perhatian
Pada 29 dan 30 Maret 2026, tiga prajurit TNI yang bertugas di Lebanon Selatan gugur dalam serangan yang menargetkan kehadiran UNIFIL. Mereka adalah Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anm) Muhammad Nur Ikhwan, dan Kopda (Anm) Farizal Rhomadhon. Kejadian tersebut menimbulkan kebutuhan untuk meningkatkan perlindungan bagi pasukan internasional di zona konflik.
“Indonesia bisa mengajukan sidang darurat DK PBB dengan menggandeng Prancis yang merupakan anggota DK PBB, mengingat pasukan Prancis juga menjadi korban di Lebanon,” kata Muhammad Syaroni Rofii, pengamat Timur Tengah dari Universitas Indonesia, saat dihubungi ANTARA Senin.
Syaroni menekankan bahwa kerja sama dengan Prancis akan memperkuat pengaruh dan lobi Indonesia di tingkat multilateral. Ia menyarankan agar pemerintah Indonesia menindaklanjuti hasil pertemuan DK PBB setelah meninggalnya sejumlah personel TNI. Selain itu, ia mengusulkan perlunya meminta jaminan keamanan dari negara-negara yang memiliki pengaruh di wilayah konflik, seperti Amerika Serikat terhadap Israel.
Mandat UNIFIL Perlu Diperkuat
Menurut Syaroni, mandat UNIFIL harus diperpanjang karena penugasan mereka diperpanjang setelah konflik Timur Tengah yang berlangsung. “Mandat UNIFIL perlu diikuti dengan klausul sanksi bagi negara yang melanggar resolusi DK PBB,” tambahnya. Ia menyoroti bahwa negara-negara yang melakukan serangan terhadap personel UNIFIL selama ini tidak pernah dihukum.
Di hari yang sama, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan seorang tentara Prancis tewas dan tiga lainnya terluka dalam serangan yang menargetkan UNIFIL di Lebanon Selatan. Kejadian ini semakin menegaskan pentingnya kolaborasi internasional untuk menjaga keamanan pasukan yang bertugas di wilayah rawan konflik.