Special Plan: Dorong Inklusi & Literasi Keuangan, BNI Agen46 Tersebar di Wilayah 3T
Mendorong Inklusi dan Literasi Keuangan, BNI Perluas Jaringan Agen46 di Wilayah 3T
Dalam upaya meningkatkan keterjangkauan layanan keuangan, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau BNI terus memperluas jaringan agen46 ke berbagai daerah terpencil. Program ini selaras dengan visi pemerintah yang menekankan pemerataan ekonomi melalui penguatan daya beli masyarakat dari tingkat desa.
Agen46, yang merupakan layanan keuangan tanpa kantor, bertujuan mempercepat akses masyarakat ke layanan perbankan formal. Dari transaksi dasar hingga transfer antar bank, BNI berusaha menjadikan agen46 sebagai solusi yang praktis, tanpa memaksa pengguna ke lokasi fisik cabang bank atau mesin ATM.
Layanan yang Diberikan
Dengan pendekatan ini, BNI berkomitmen menyediakan berbagai layanan keuangan inklusif, seperti pembukaan rekening online, pembayaran tagihan, penyetoran tunai, dan pengambilan dana. Program ini juga mendukung transaksi berbasis komisi, serta menfasilitasi pembayaran pajak, subsidi pemerintah, dan pinjaman KUR melalui mekanisme digital.
Agen46 dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama UMKM, melalui pengembangan usaha yang lebih efisien. Toko kelontong dan layanan lainnya yang terintegrasi dengan agen46 menjadi titik pertemuan kegiatan ekonomi lokal, sekaligus memperluas jaringan komersial.
Ekspansi di Wilayah 3T
Hingga akhir 2025, BNI telah menyebarluaskan agen46 ke wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) sebanyak lebih dari 28.000 unit. Distribusinya terbagi: sekitar 9.700 di daerah barat, 13.800 di daerah tengah, dan 4.600 di daerah timur. Total agen46 yang beroperasi mencapai 217.000, menjadikan lebih dari 35.000 desa menjadi tujuan utama dalam strategi inklusi keuangan nasional.
Dari data tahunan BNI, nilai transaksi di agen46 mencapai Rp 121,7 juta selama 2025. Dominasi transaksi terjadi pada inquiry saldo (42%), penarikan tunai (27%), serta aktivitas seperti top up e-wallet dan transfer antar bank (19%). Selain itu, transaksi sesama BNI mengambil 7%, sementara penyetoran tunai berkontribusi 5%.
“Sebagai bank milik negara, BNI tidak hanya menjadi penyedia layanan keuangan, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam mempercepat pembangunan nasional,” ujar Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan.
Program agen46 didukung oleh aplikasi canggih yang ramah pengguna, memudahkan pengelolaan keuangan, serta menyediakan fitur tambahan seperti promo, informasi, dan akses ke formulir pinjaman digital BNI (KUR Micro). Pendekatan yang prudent dan berbasis ekosistem ini dirancang untuk memperkuat fondasi ekonomi jangka panjang Indonesia.