Key Issue: Studi Sebut Thailand Terancam Panas Ekstrem Setara Sahara Tahun 2070
Studi Sebut Thailand Terancam Panas Ekstrem Setara Sahara Tahun 2070
Proyeksi Suhu dan Ancaman Iklim
Menurut riset terbaru, Thailand berpotensi menghadapi kondisi suhu ekstrem yang mengikis kenyamanan iklim manusia. Data yang dipublikasikan oleh The Straits Times pada Senin (20/4/2026) menyebutkan bahwa perubahan iklim global bisa mendorong wilayah ini mengalami pemanasan hingga mencapai level seperti Gurun Sahara dalam beberapa dekade mendatang.
Konsep Kelayakan Iklim Manusia
Studi tersebut menggunakan konsep human climate niche, yang mengacu pada rentang suhu tahunan yang selama ribuan tahun mendukung kehidupan manusia. Rentang suhu ideal berada di antara 11 hingga 15 derajat Celsius. Namun, jika suhu rata-rata tahunan melebihi 29 derajat Celsius, manusia akan menghadapi kondisi yang mendekati batas tahanan ekstrem.
Thailand di Ambang Perubahan
Thailand kini sudah mendekati ambang tersebut, dengan suhu rata-rata sekitar 26 derajat Celsius. Dalam skenario emisi tinggi, suhu ini diperkirakan terus meningkat hingga melewati 29 derajat pada akhir abad ini. Perubahan iklim tidak hanya membuat hari lebih panas, tetapi juga menggeser struktur cuaca ke arah yang lebih ekstrem.
Dampak yang Terlihat
Kondisi ekstrem sudah mulai terasa. Thailand rutin mengalami suhu di atas 40 derajat Celsius dari Maret hingga Mei. Pada gelombang panas 2016, beberapa daerah mencatat suhu yang jauh melampaui rata-rata normal.
“Di masa depan, gelombang panas yang ringan bisa terasa seintens gelombang panas ekstrem saat ini,”
kata para peneliti, menegaskan bahwa kejadian panas ekstrem mungkin menjadi norma baru.
Menyebar ke Berbagai Sektor
Panas ekstrem memengaruhi berbagai aspek kehidupan. Risiko penyakit jantung, gangguan pernapasan, serta penyebaran penyakit menular meningkat, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan pekerja lapangan. Produktivitas kerja di luar ruangan turun, hasil pertanian terganggu, dan kebutuhan listrik meningkat akibat penggunaan pendingin udara.
Tantangan Sistemik
Ketergantungan pada sistem pendingin udara tidak cukup mengatasi ancaman ini. Jika energi listrik berasal dari bahan bakar fosil, kebutuhan akan pendingin bisa memperburuk krisis. Selain itu, Thailand juga menghadapi risiko kekeringan, banjir yang lebih sering, serta ancaman kenaikan permukaan laut terhadap daerah pesisir. Tantangan ini memaksa negara melakukan perubahan mendasar pada infrastruktur kota, sistem energi, dan model perekonomian.
Keputusan Masa Depan
Para ahli menyatakan skenario terburuk bukanlah hal mustahil. Namun, tanpa upaya serius menekan emisi gas rumah kaca dan mempercepat adaptasi, ruang hidup manusia yang aman akan semakin terbatas, terutama di wilayah tropis seperti Thailand.