Tabrakan Blackhole Raksasa di Depan Mata – Begini Dampaknya ke Bumi

Tabrakan Blackhole Raksasa di Depan Mata, Begini Dampaknya ke Bumi

Jakarta, Para ilmuwan astronomi mengungkapkan adanya dua lubang hitam raksasa yang terdeteksi melalui sinyal. Peristiwa tersebut menandai pertemuan besar antara dua objek masif di galaksi Markarian 501, sekitar 500 juta tahun cahaya dari tata surya. Kedua lubang hitam ini diperkirakan akan bertabrakan dalam waktu kurang dari 100 tahun, dengan potensi menghasilkan gelombang gravitasi yang terdeteksi di Bumi.

Penelitian Baru Menyebutkan Dua Jet Energi dari Lubang Hitam

Objek ultraterang di galaksi tersebut diklasifikasikan sebagai blazar, yang biasanya ditenagai oleh satu lubang hitam supermasif. Namun, analisis terbaru menunjukkan adanya dua jet energi berbeda yang berputar di pusatnya. Tim peneliti yakin kedua jet berasal dari dua lubang hitam dengan massa mencapai 100 juta hingga satu miliar kali massa Matahari.

“Menyadari keberadaan jet kedua dianggap sebagai momen luar biasa. Bagi saya itu seperti ‘oh, jadi begini cara kerjanya?’ Saya sangat takjub dan ingin berbagi penemuan ini dengan dunia,” kata Silke Britzen, astronom dari Max-Planck Institute for Radio Astronomy.

Menurut Britzen, kedua lubang hitam kini saling mengorbit setiap 121 hari, dipisahkan oleh jarak sekitar 250 hingga 540 kali jarak Bumi-Matahari. Dalam skala kosmik, jarak ini dianggap sangat dekat dan terus menyusut seiring waktu. Jika tabrakan terjadi, gelombang gravitasi yang dilepaskan akan menjadi riak ruang-waktu akibat peristiwa ekstrem di alam semesta.

Para ilmuwan memperkirakan gelombang gravitasi ini akan lebih kuat dibandingkan tabrakan lubang hitam yang pernah tercatat sebelumnya. Detektor gravitasi di Bumi mungkin mampu menangkap sinyalnya, memberikan petunjuk baru mengenai sifat dan interaksi pasangan lubang hitam tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *