Latest Program: UNICEF Bantu Urus Masa Depan Anak RI, Sarankan Ini ke Pemerintah
UNICEF Bantu Urus Masa Depan Anak RI, Sarankan Ini ke Pemerintah
Program Country Programme Action Plan (CPAP) 2026-2030 secara resmi diluncurkan oleh pemerintah dan UNICEF. Kerja sama ini dilakukan melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan menargetkan sektor-sektor utama seperti gizi, kesehatan, pendidikan, serta perlindungan anak. Tujuan utamanya adalah mempercepat transformasi menuju Indonesia Emas 2045.
Peran UNICEF dalam Pembangunan
Kepala Perwakilan UNICEF Indonesia, Maniza Zaman, menyatakan bahwa organisasinya bertugas sebagai penunjang, pendorong, serta penyedia bukti dan inovasi global. Ia menekankan bahwa kepemimpinan, arah, dan akuntabilitas program sepenuhnya berada di tangan pemerintah RI.
“CPAP adalah langkah awal dalam memperkuat pembangunan nasional. Program ini diharapkan mendorong kualitas hidup anak-anak, mulai dari ibu hamil hingga bayi dalam kandungan,” ujar Maniza dalam sambutannya saat acara peresmian di Kantor Bappenas, Jakarta, pada Senin (30/4/2026).
Kunci Keberhasilan Implementasi
Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, mengungkapkan bahwa CPAP 2026-2030 menjadi dasar dalam menentukan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Pembangunan Jangka Pendek Nasional (RPJPN).
“Dampak program ini tidak hanya diukur melalui dokumen kebijakan, tetapi juga dalam kehidupan nyata anak-anak di tingkat keluarga, desa, sekolah, puskesmas, serta komunitas,” tutur Maniza, menambahkan bahwa implementasi subnasional sangat penting untuk mencapai hasil yang maksimal.
Maniza juga menyoroti tiga faktor utama dalam menjalankan CPAP: kemitraan yang luas, kebijakan yang berkelanjutan, serta penggunaan teknologi digital. Ia menyebut bahwa kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah, masyarakat sipil, akademisi, dan mitra pembangunan, adalah syarat kritis untuk mencapai perubahan signifikan.
“Selain itu, pemanfaatan transformasi digital di sektor sosial harus diiringi perlindungan anak dari risiko penyalahgunaan dan eksploitasi online sesuai aturan hukum terbaru Indonesia,” imbuhnya.
Peluncuran CPAP 2026-2030 menurut Maniza mengakhiri era pembangunan yang sebelumnya lebih bersifat konvensional. Ia menyampaikan bahwa program ini memasuki fase baru dengan visi lebih ambisius, kerja sama yang lebih erat, serta fokus pada dampak konkret bagi masa depan anak-anak.
“Pertanyaan utama yang mendorong semua kebijakan, investasi, dan kemitraan adalah: Apakah kita sudah memberikan cukup perhatian bersama untuk menjaga masa depan generasi muda Indonesia?”