Topics Covered: Baru 5 Tahun IPO, Emiten Ini Mau Delisting Tender Offer Rp11.500
Baru 5 Tahun IPO, Emiten Ini Akan Delisting Melalui Tender Offer Rp11.500
Perusahaan pusat data PT Indointernet Tbk (EDGE) tengah mempersiapkan langkah delisting dari Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah hanya 5 tahun menjadi perusahaan terbuka. Sebagai bagian dari strategi go private, EDGE memberikan penawaran tender untuk membeli kembali saham publik dengan harga Rp11.500 per lembar. Rencana ini harus disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) terlebih dahulu.
Menurut informasi yang dilaporkan BEI, tender offer akan dilakukan oleh pemegang saham pengendali, yaitu Digital Edge (Hong Kong) Ltd (DE). Perusahaan tersebut berencana membeli 159.598.500 saham, atau 7,90% dari total saham yang ditempatkan dan disetor penuh. Dana untuk pelaksanaan tender berasal dari sumber internal maupun pendanaan lain sesuai peraturan.
“Nilai Rp11.500 per saham merupakan harga premium yang 141,2% di atas rata-rata harga tertinggi perdagangan harian di BEI dalam 90 hari sebelum pengumuman RUPS, yaitu Rp4.768,”
Jika RUPSLB menyetujui rencana delisting, EDGE akan menjadi perusahaan tertutup. Pemegang saham publik yang tidak ikut tender tetap memegang saham, tetapi tidak dapat melakukan transaksi di BEI. Jumlah pemegang saham juga akan berkurang hingga di bawah 50 pihak sesuai aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Perspektif dan Alasan Delisting
Direktur Utama Indointernet, Andrew Joseph Rigoli, mengungkapkan bahwa EDGE merupakan bagian dari Digital Edge Group, yang bergerak di bidang infrastruktur digital, termasuk pusat data dan serat optik. Meski sektor data center masih tumbuh, persaingan dinilai semakin ketat.
Dua faktor utama mendorong rencana delisting. Pertama, perusahaan ingin mempercepat pengambilan keputusan dan meningkatkan fleksibilitas dalam menjalankan strategi grup. Kedua, likuiditas saham di pasar terbatas, sehingga status terbuka dianggap kurang optimal.
Rencana ini juga diharapkan memberikan mekanisme keluar yang adil bagi pemegang saham publik. Selain itu, delisting disebut sebagai langkah untuk mengoptimalkan operasional perusahaan dalam jangka panjang.
Latar Belakang IPO dan Peningkatan Harga Saham
EDGE pertama kali melantai di BEI pada 8 Februari 2021 dengan harga IPO Rp7.375 per saham. Perusahaan berhasil mengumpulkan dana bersih sebesar Rp596 miliar saat itu. Pada 2023, perseroan melakukan stock split dengan rasio 1:5, sehingga harga IPO menjadi Rp1.475 per saham.
Sekarang, harga saham yang disuspensi mencapai Rp4.790 per lembar, artinya saham EDGE naik 224% sejak IPO. Dengan delisting, perusahaan berharap mengubah dinamika pengelolaan saham dan fokus pada pertumbuhan strategis.