Solving Problems: Bahlil Tugasi Sekjen Golkar Kawal Kasus Pembunuhan Nus Kei

Bahlil Tugasi Sekjen Golkar Kawal Kasus Pembunuhan Nus Kei

Kasus penikaman terhadap Agrapinus Rumatora, yang dikenal dengan nama Nus Kei, Ketua DPD II Partai Golkar Maluku Tenggara, terus menjadi perhatian serius oleh Partai Golkar. Bahlil Lahadalia, Ketua Umum Partai Golkar, menyatakan telah mempercayakan Sekretaris Jenderal Golkar, Muhammad Sarmuji, untuk memastikan proses penyelidikan berjalan lancar. Pernyataan ini diucapkan Bahlil saat menghadiri peluncuran buku Sarmuji di kompleks parlemen, Senin (20/4).

“DPP Golkar sudah saya minta agar Sekjen mendampingi investigasi hingga selesai,” ungkap Bahlil.

Bahlil juga mengungkapkan rasa sedih atas kejadian tersebut, sekaligus meminta aparat penegak hukum untuk mengusut kasus secara menyeluruh. “Kita sudah menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian, tetapi DPP Golkar tetap menginginkan proses hukum diselesaikan dengan teliti dan transparan,” lanjutnya.

Ahmad Doli Kurnia, Wakil Ketua Umum Partai Golkar, menyampaikan kekecewaannya terhadap serangan yang menimpa kader partainya. Ia berharap kasus ini tidak terkait langsung dengan konflik internal partai. “Seluruh jajaran Golkar, terutama di Maluku Tenggara, diingatkan untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi,” tambah Doli.

“Saya harap mereka bisa mendinginkan situasi sambil memastikan proses hukum berjalan optimal,” ujar Doli.

Insiden penikaman terjadi di area bandara Kecamatan Kei Kecil pada Minggu (19/4) sekitar pukul 11.25 WIT. Saat kejadian, Nus Kei baru saja tiba setelah melakukan penerbangan dari Jakarta. Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi, menjelaskan bahwa serangan tersebut dipicu oleh rasa dendam terhadap insiden bentrok di Bekasi pada 2023.

“Motif pelaku adalah balas dendam. Mereka merasa sakit hati karena korban Nus Kei adalah otak di balik pembunuhan saudara mereka, Fenansius Wadanubun alias Dani Holat,” kata Rositah.

Menurut Rositah, aksi penikaman ini merupakan balasan atas serangan kelompok John Kei di Tangerang pada 2020. Saat itu, sekelompok orang dari John Kei memersenjatai diri dengan senjata tajam dan senjata api, menyebabkan satu anggota dari kelompok Nus Kei, GR (44), tewas. Selain itu, kelompok Nus Kei pada 2023 juga membawa senjata tajam saat bertemu dengan John Kei.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *